Tarif Mahal Jadi Biang Kerok: Tol Cibitung-Cilincing Sepi Peminat, Logistik Jakarta Tetap Macet
Table of Contents
Kebutuhan akan sistem logistik yang efisien dan terintegrasi di kawasan Jabodetabek semakin mendesak. Kehadiran Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) sebagai bagian dari Jaringan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR 2) diharapkan menjadi solusi strategis untuk menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud di lapangan. Kemacetan parah masih menghantui jalur-jalur krusial lainnya, menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas infrastruktur baru ini.
đź’ˇ Butuh alternatif rute tol yang lebih ekonomis? Gunakan kalkulator tarif tol kami untuk membandingkan tarif berbagai rute dan temukan pilihan terbaik untuk perjalanan Anda.
Dilema Tarif: Strategis Namun Dihindari
Meskipun dirancang khusus untuk memperlancar arus kendaraan logistik, Tol Cibitung-Cilincing saat ini dirasa belum memberikan dampak signifikan. Akar permasalahannya, menurut para pelaku usaha, terletak pada aspek tarif dan regulasi penggunaan.
Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, menyoroti bahwa tarif JTCC yang tinggi membuat perusahaan jasa logistik berpikir dua kali untuk menggunakannya. “Tarif Tol Cibitung-Cilincing yang tinggi membuat perusahaan jasa logistik enggan menggunakannya dan lebih memilih jalur macet yang tidak berbayar atau pun tol yang lebih murah meski secara jarak lebih jauh,” ujarnya.
Fenomena ini diperparah oleh disparitas tarif yang mencolok antara JORR 1 dan JORR 2. Banyak pengemudi memilih untuk menumpuk di JORR 1 yang lebih murah, sehingga tujuan utama JORR 2 untuk memecah kepadatan tidak tercapai. Akibatnya, akses utama menuju Pelabuhan Tanjung Priok masih terpusat melalui Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan jalur arteri non-tol yang padat.
Dampak Kemacetan: Biaya Logistik Membengkak
Kemacetan yang tak kunjung terurai di jalur logistik berdampak langsung pada efisiensi operasional. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa pertumbuhan kendaraan bermotor yang masif menjadi salah satu faktor utama peningkatan volume lalu lintas di Jakarta, dengan penambahan harian mencapai 2.500 hingga 3.000 unit kendaraan pada tahun 2024.
Bagi sektor logistik, kemacetan berarti pemborosan bahan bakar dan peningkatan biaya operasional. Mahendra Rianto menegaskan bahwa biaya tambahan ini pada akhirnya dibebankan kepada masyarakat. “Jika lalu lintas lancar, secara langsung menyumbang pada penurunan kepadatan lalu lintas dan efisiensi logistik nasional. Pada akhirnya, pemerintah dan masyarakat juga akan memperoleh manfaat dari efisiensi tersebut,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa infrastruktur baru belum optimal mendukung peralihan arus logistik. Jika volume kendaraan di sebuah ruas tol baru sepi sementara jalan arteri tetap padat, Mahendra menilai penyebab utamanya adalah tarif tol yang terlalu mahal bagi pengguna jalan.
Mendesak, Intervensi Pemerintah dan Integrasi Koridor
Para pemangku kepentingan sepakat bahwa perlu ada intervensi pemerintah untuk mengurai benang kusut ini. Kepala Induk Turangga 05 Korlantas Polri Induk PJR Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha, mengakui potensi besar JTCC dalam mengurai kemacetan, terutama di titik krusial seperti Simpang Susun Cikunir.
Namun, ia juga mengonfirmasi adanya “paradigma blocking” di kalangan pengemudi truk logistik. “Sayangnya, dengan perhitungan operasional pengendara truk sumbu 3 ke atas, tarif Tol Cibitung-Cilincing masih menjadi kendala utama,” kata Kompol Sandy.
Integrasi koridor logistik menjadi kunci, yang tidak hanya menghubungkan infrastruktur fisik tetapi juga menyelaraskan tarif agar lebih terjangkau dan kompetitif. Menanggapi keluhan ini, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, telah menyampaikan rencana untuk melakukan pengecekan terhadap tarif JTCC yang dinilai terlalu mahal tersebut.
Optimalisasi JTCC melalui penyesuaian tarif diharapkan dapat mendorong peralihan volume kendaraan dari jalur-jalur konvensional, sehingga efisiensi waktu tempuh dan biaya operasional logistik nasional dapat tercapai.
📊 Ingin membandingkan tarif tol untuk rute logistik Anda? Cek tarif tol terkini dan dapatkan informasi lengkap untuk perencanaan perjalanan yang lebih efisien. Baca juga artikel terbaru tentang update tarif tol di seluruh Indonesia.