Cek Tarif Tol

MLFF Diuji Coba Ulang di Dua Titik, Salah Satunya Bali

cektol.id admin cektol.id admin | Dipublikasikan pada 20 Agustus 2026
Berita & Update
Cover image for MLFF Diuji Coba Ulang di Dua Titik, Salah Satunya Bali

Sponsored

MLFF Diuji Coba Ulang di Dua Titik, Salah Satunya Bali

Kabar baru datang dari dunia jalan tol Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa sistem pembayaran tol tanpa berhenti Multi Lane Free Flow (MLFF) akan kembali diuji coba ulang di dua titik, dan salah satunya adalah Bali. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan diberitakan secara serentak oleh ANTARA News, Liputan6.com, serta CNN Indonesia pada hari yang sama.

Mengapa berita ini penting? Karena MLFF adalah salah satu kebijakan besar transformasi transaksi tol di Tanah Air. Jika pengujian kali ini berhasil dan hasilnya dinilai konklusif, sistem ini kelak bisa menggantikan cara pembayaran di gerbang tol yang selama ini kita kenal. Sebaliknya, jika hasilnya kembali diragukan, pemerintah harus memutuskan apakah sistem yang digarap bersama mitra teknologi ini layak diadopsi secara nasional. Keputusan itu akan berdampak langsung pada jutaan pengguna jalan tol di seluruh Indonesia.

Mengapa MLFF Diuji Coba Ulang?

Untuk memahami berita ini, ada baiknya kita mundur sejenak. MLFF sebenarnya bukan proyek baru. Sebelumnya, pemerintah pernah melakukan uji coba pertama sistem transaksi nirsentuh dan nirhenti ini di Bali. Namun, menurut Menteri PU Dody Hanggodo, hasil uji coba terdahulu itu dinilai belum konklusif atau belum memberikan kesimpulan yang memadai.

Atas dasar itulah pemerintah memutuskan untuk mengulang pengujian dengan pendekatan yang jauh lebih menyeluruh. Lokasinya pun tidak hanya di Bali, tetapi juga ditambah satu titik di luar Bali yang masih dalam tahap pembahasan untuk dicari titik yang paling tepat.

Dody menegaskan bahwa pengujian kali ini ingin dibuat “sangat-sangat konklusif”. Artinya, begitu uji coba selesai, pemerintah ingin langsung tahu apakah sistem ini layak diadopsi atau perlu dikaji ulang lebih jauh untuk masa depan.

Konteks: Perjalanan Panjang Proyek MLFF

MLFF bukan proyek yang instan. Proyek ini digarap pemerintah Indonesia melalui Kementerian PU bersama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai badan usaha pelaksana. Ada tahapan-tahapan uji coba yang harus dikerjakan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani antara kedua belah pihak.

Dalam perkembangannya, koordinasi persiapan MLFF tidak hanya melibatkan Kementerian PU. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati sebelumnya juga menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Roatex sebagai badan usaha pelaksana untuk menyiapkan skenario teknis sebelum pengujian dimulai. Hal ini menunjukkan betapa banyak aspek, mulai dari perangkat, aplikasi, hingga skema pembayaran, yang harus dirampungkan.

Perlu diketahui, proyek MLFF sempat menjadi bahan diskusi lintas institusi. Karena menyangkut kepentingan banyak pihak, Kementerian PU melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), kepolisian, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta kejaksaan. Keterlibatan banyak pihak ini pula yang membuat proses persiapan memakan waktu lebih lama.

Apa Itu MLFF?

Sebelum masuk lebih dalam, mari kita pahami dulu konsepnya. Multi Lane Free Flow (MLFF) adalah sistem pembayaran tol non-tunai yang memungkinkan kendaraan melintas di jalan tol tanpa berhenti di gerbang pembayaran, bahkan tanpa harus melambat.

Cara kerjanya berbeda jauh dengan sistem saat ini. Pada sistem elektronik yang sekarang umum digunakan, kendaraan harus melewati gerbang tol (gate) dan transaksi terjadi ketika kendaraan melintasi titik pembayaran, baik melalui kartu e-toll maupun RFID (Radio Frequency Identification). MLFF justru bekerja berdasarkan teknologi satelit (GNSS) dan komunikasi seluler, di mana posisi kendaraan dilacak, jarak tempuh dihitung, dan tarif dipotong otomatis dari saldo pengguna.

Secara garis besar, perbedaan sistem pembayaran tol di Indonesia dapat dirangkum sebagai berikut.

Aspeke-Toll (Kartu Uang Elektronik)RFID (Single Lane / Ganda)MLFF (Multi Lane Free Flow)
Cara transaksiMenempelkan kartu di reader gerbangSensor membaca tag saat kendaraan melintasPelacakan satelit + jaringan seluler, tanpa gerbang
Kecepatan lintasWajib berhenti / melambat di gerbangMelambat di lajur khususTidak perlu berhenti, melintas bebas
InfrastrukturGardu/gerbang + readerGantry/reader di lajurSatelit, ponsel, aplikasi, tanpa gerbang fisik
KeunggulanSudah mapan dan luasLebih cepat dari kartuMengurangi antrean, transaksi paling efisien
Tahap penerapanBeroperasi luas sejak lamaBeroperasi di sejumlah ruasTahap uji coba ulang (rencana 2026)

Tabel di atas menunjukkan bahwa MLFF pada dasarnya adalah evolusi paling mutakhir dari sistem pembayaran tol yang pernah ada di Indonesia. Namun, karena mengandalkan teknologi yang kompleks — mulai dari akurasi deteksi satelit hingga integrasi data dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) — pemerintah tidak ingin tergesa-gesa menerapkannya secara massal sebelum terbukti andal.

Manfaat dan Dampak MLFF

Jika MLFF nantinya berhasil diterapkan, ada sejumlah manfaat yang diharapkan dapat dinikmati pengguna jalan tol:

  • Mengurangi antrean di gerbang — Karena kendaraan tidak perlu berhenti, kemacetan yang kerap muncul di area gerbang tol bisa berkurang drastis.
  • Meningkatkan kelancaran lalu lintas — Kendaraan dapat melintas dengan kecepatan normal, sehingga kapasitas jalan tol bisa lebih optimal dimanfaatkan.
  • Transaksi lebih efisien — Tidak perlu lagi menempelkan kartu atau mengandalkan reader, cukup saldo tercukupi dan perangkat terpasang.
  • Mengurangi emisi dan konsumsi bahan bakar — Kendaraan yang tidak berhenti-berhenti cenderung lebih irit bahan bakar dan menghasilkan emisi lebih rendah.

Meski begitu, ada sejumlah hal yang masih harus dipastikan sebelum sistem ini diadopsi secara luas. Pemerintah menegaskan bahwa penerapan MLFF hanya akan dilakukan jika seluruh aspek teknis, keamanan data, dan tata kelola telah teruji dengan baik. Oleh karena itu, uji coba ulang kali ini menjadi gerbang penentu bagi masa depan sistem pembayaran tol Indonesia.

Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Dalam pernyataannya, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pengujian ulang ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh Kementerian PU. Diskusi melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi jalan tol, kepolisian, hingga instansi pengawasan. Dody menegaskan bahwa pada dasarnya pemerintah akan melakukan uji coba dalam waktu secepat mungkin, meskipun prosesnya menjadi sedikit lebih lama karena melibatkan banyak pihak.

Dody juga menambahkan bahwa pelaksanaan uji coba harus mengikuti tahapan yang telah diatur dalam kontrak kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian PU dengan PT Roatex Indonesia Toll System. Hal ini memastikan bahwa setiap langkah pengujian dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan.

Pernyataan Menteri PU

Berikut rangkuman pernyataan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat diwawancarai awak media di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Pernyataan ini disampaikan sebagai paraphrase agar mudah dipahami:

  • Mengenai lokasi, Dody mengatakan bahwa uji coba sebelumnya di Bali tidak memberikan hasil yang konklusif. Karena itu, pemerintah berencana mengulang uji coba di Bali dan menambah satu titik di luar Bali, dengan target agar hasil pengujian kali ini benar-benar meyakinkan.
  • Mengenai lokasi kedua, Dody menyebut titik tersebut masih dibahas bersama pihak terkait untuk menemukan lokasi yang paling tepat.
  • Mengenai waktu, Dody menegaskan uji coba akan dilakukan secepatnya, namun tetap bergantung pada kesiapan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
  • Mengenai keterlibatan pihak lain, Dody mengakui diskusi MLFF melibatkan asosiasi jalan tol, kepolisian, BPKP, kejaksaan, dan berbagai pihak lain karena proyek ini menjadi perhatian banyak institusi.

Sementara itu, Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati dalam kesempatan berbeda menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Roatex Indonesia Toll System sebagai badan usaha pelaksana untuk mematangkan persiapan teknis sebelum pengujian dilakukan. Kerja sama ini menjadi bagian penting dari kesiapan sistem secara menyeluruh.

FAQ Seputar Uji Coba Ulang MLFF

1. Apa itu MLFF dan apa bedanya dengan e-toll? MLFF (Multi Lane Free Flow) adalah sistem pembayaran tol nirsentuh dan nirhenti yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti di gerbang, menggunakan teknologi satelit dan seluler. Berbeda dengan e-toll yang mengharuskan kendaraan berhenti atau melambat di gerbang.

2. Mengapa MLFF diuji coba ulang? Karena uji coba pertama yang dilakukan di Bali dinilai belum konklusif atau belum memberikan hasil yang meyakinkan. Pemerintah ingin mengulang pengujian dengan pendekatan yang lebih menyeluruh agar hasilnya jelas.

3. Di mana saja lokasi uji coba ulang MLFF? Salah satu titik yang disiapkan adalah Bali, yang sebelumnya pernah menjadi lokasi uji coba. Satu titik lainnya berada di luar Bali dan masih dalam tahap pembahasan untuk mencari lokasi yang paling tepat.

4. Kapan uji coba ulang MLFF akan dilaksanakan? Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan uji coba akan dilakukan secepatnya, namun waktu pastinya bergantung pada kesiapan koordinasi dan kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan serta tahapan kontrak dengan Roatex.

5. Siapa saja pihak yang terlibat dalam persiapan MLFF? Selain Kementerian PU dan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai badan usaha pelaksana, turut terlibat Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), kepolisian, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kejaksaan, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

6. Apakah MLFF akan langsung diterapkan di seluruh Indonesia? Belum. Penerapan MLFF hanya akan dilakukan jika hasil uji coba terbukti andal dan memenuhi seluruh aspek teknis, keamanan, serta tata kelola. Keputusan akhir bergantung pada seberapa konklusif hasil pengujian ulang nanti.

Kesimpulan

Berita tentang rencana uji coba ulang MLFF di dua titik, termasuk Bali, yang diumumkan Menteri PU Dody Hanggodo pada 12 Agustus 2026 adalah langkah penting dalam perjalanan panjang transformasi pembayaran tol Indonesia. Setelah uji coba pertama di Bali dinilai belum konklusif, pemerintah berupaya mengulang pengujian dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan melibatkan banyak pemangku kepentingan agar hasilnya benar-benar bisa menjadi dasar keputusan.

Ke depannya, keberhasilan MLFF bisa mengubah cara jutaan pengguna jalan tol bertransaksi — dari berhenti di gerbang menjadi melintas bebas tanpa hambatan. Namun, keandalan, keamanan, dan tata kelola tetap menjadi prasyarat utama sebelum sistem ini diadopsi secara nasional.

Pantau terus perkembangan kebijakan jalan tol hanya di Cek Tarif Tol. Jangan lupa gunakan kalkulator tagihan tol online untuk menghitung estimasi biaya perjalanan Anda sebelum berangkat, dan cek selalu tarif tol sebelum berangkat agar perjalanan Anda makin terencana.

Informasi Terkait

Sumber

  • ANTARA News — Menteri PU: Rencana uji coba ulang MLFF akan dilakukan di dua titik (12 Agustus 2026), antaranews.com
  • Liputan6.com — Bayar Tol Tanpa Henti Uji Coba Ulang, Menteri PU Siapkan Dua Lokasi (12 Agustus 2026), liputan6.com
  • CNN Indonesia — Menteri PU Sebut Sistem Bayar Tol Nirsentuh MLFF Segera Uji Coba Lagi (12 Agustus 2026), cnnindonesia.com
Reading time: 9 min

Sponsored

đź“° Baca Juga