Mobil Listrik vs Bensin: Mana Lebih Hemat Untuk Jalan Tol?
Sponsored
Mobil Listrik vs Bensin: Mana Lebih Hemat Untuk Jalan Tol?
Pernahkah Anda berdiri di SPBU sembari melihat angka digital pompa terus berputar, lalu bertanya-tanya: “Andai saja mobil ini listrik, apakah saya lebih kaya bulan ini?” Pertanyaan itu kini bukan sekadar iseng. Seiring melonjaknya jumlah mobil listrik di Indonesia dan maraknya migrasi kendaraan pemudik di jalur Trans Jawa, banyak keluarga mulai menghitung ulang pilihan mobil mereka berdasarkan satu tolok ukur paling masuk akal: berapa biaya total tiap kilometer perjalanan tol.
Memilih antara mobil listrik (EV) dan mobil bensin bukan lagi soal gengsi atau tren. Di tahun 2026, keputusan ini soal angka. Perbedaan tarif listrik skema kendaraan listrik dengan harga BBM nonsubsidi, efisiensi konsumsi energi tiap kendaraan, hingga biaya perawatan yang jauh berbeda, bisa membentuk selisih jutaan rupiah dalam setahun. Ditambah lagi, biaya tol yang sama untuk kedua jenis kendaraan, membuat pertanyaannya justru bergeser: di mana sebenarnya titik impas antara keduanya?
Artikel ini disusun khusus untuk Anda yang sering melintas jalan tol, baik untuk keperluan kerja antar kota maupun mudik keluarga. Kami akan membandingkan biaya per kilometer, biaya energi, biaya perawatan, hingga pajak tahunan antara mobil listrik dan mobil bensin. Setelah itu, Anda akan mendapat panduan langkah demi langkah menghitung total biaya perjalanan tol yang sesungguhnya, lengkap dengan tabel estimasi untuk rute populer Jakarta–Bandung, Jakarta–Semarang, dan Jakarta–Surabaya. Mari kita mulai dengan data dulu.
Perbandingan Mobil Listrik vs Mobil Bensin untuk Perjalanan Tol
Sebelum masuk ke perhitungan rute, penting untuk memahami perbedaan mendasar biaya operasional kedua jenis kendaraan. Biaya tol memang sama, karena tarif tol di Indonesia dikenakan berdasarkan golongan kendaraan (golongan I untuk mobil penumpang), bukan berdasarkan jenis bahan bakar. Namun beberapa komponen biaya justru sangat berbeda.
Biaya Energi per Kilometer
Komponen biaya ini paling menentukan. Mobil listrik pada umumnya mencatat efisiensi sekitar 6–7 kilometer per kWh dengan mengemudi normal di jalan tol. Sedangkan mobil bensin kompak rata-rata menempuh 12–15 km per liter, dan mobil bensin berkapasitas mesin lebih besar biasanya hanya 9–11 km per liter. Pada kecepatan tol 100–110 km/jam, konsumsi energi mobil listrik cenderung naik, sementara mobil bensin dengan transmisi dan rasio gigi yang tepat justru berada di zona efisien.
Untuk tarif energi, harga listrik kendaraan listrik di SPKLU bervariasi antara Rp2.400 hingga Rp2.800 per kWh. Sementara harga BBM nonsubsidi saat ini berada pada rentang Rp12.500 hingga Rp13.500 per liter. Perhitungan sederhananya: satu liter bensin setara dengan sekitar 8–10 kWh listrik dalam hal jarak tempuh yang dihasilkan. Inilah akar perbedaan biaya per kilometer antara kedua kendaraan.
Tabel Perbandingan Lengkap
| Aspek | Mobil Listrik (EV) | Mobil Bensin |
|---|---|---|
| Konsumsi energi | 6–7 km/kWh | 12–15 km/liter (kompak), 9–11 km/liter (mesin besar) |
| Harga energi | Rp2.400–Rp2.800/kWh di SPKLU | Rp12.500–Rp13.500/liter (BBM nonsubsidi) |
| Biaya per km (estimasi) | Rp350–Rp470 | Rp830–Rp1.200 |
| Biaya tol | Sama (golongan I) | Sama (golongan I) |
| Jarak tempuh penuh | 300–500 km | 500–700 km |
| Waktu isi ulang | 20–60 menit di fast charging | 3–5 menit di SPBU |
| Frekuensi isi rute 500 km | 1–2 kali isi | 1 kali isi |
| Biaya perawatan tahunan | Rp500 ribu–Rp1 juta | Rp1,5 juta–Rp2,5 juta |
| Pajak tahunan | Diskon/keringanan di banyak daerah | Tarif normal |
| Kelebihan | Biaya per km rendah, perawatan minim, akselerasi halus | Infrastruktur pengisian mudah, bebas jarak tempuh, harga beli lebih murah |
| Kekurangan | Harga beli tinggi, butuh perencanaan rute SPKLU, waktu isi lama | Biaya energi terus naik, perawatan mahal, polusi |
Perlu dicatat, angka di atas bersifat estimasi berdasarkan kondisi umum kendaraan di pasaran Indonesia tahun 2026 dan dapat berbeda tergantung merek, kebiasaan mengemudi, serta beban kendaraan. Update tarif listrik dan BBM dapat berubah sewaktu-waktu, jadi untuk biaya tol silakan cek menggunakan kalkulator tarif tol agar angkanya selalu akurat.
Cara Menghitung Total Biaya Perjalanan Tol
Menghitung total biaya perjalanan tol tidak cukup hanya menjumlah tarif tol. Ada tiga komponen utama yang menentukan angka sebenarnya yang keluar dari dompet Anda: biaya tol, biaya energi, dan biaya perawatan. Berikut langkah-langkahnya.
Langkah 1: Hitung Biaya Tol
Cari tahu jarak tempuh Anda pada rute yang direncanakan, lalu cek tarif tol golongan I per ruas. Tarif ini disesuaikan berkala oleh pemerintah, jadi pastikan tidak memakai data lama. Gunakan kalkulator tarif tol untuk mendapatkan total tarif dari gerbang masuk hingga gerbang keluar Anda. Sebagai patokan kasar, biaya tol golongan I untuk jarak 100 km berkisar antara Rp60.000 hingga Rp110.000 tergantung ruas tolnya.
Langkah 2: Hitung Biaya Energi
Untuk mobil listrik, bagilah total jarak dengan efisiensi (6–7 km/kWh) untuk mendapat jumlah kWh, lalu kalikan dengan tarif SPKLU (Rp2.400–Rp2.800/kWh). Pastikan Anda memperhitungkan biaya isi daya tambahan bila rute melebihi jarak tempuh penuh baterai. Untuk mobil bensin, bagilah total jarak dengan konsumsi per liter, lalu kalikan dengan harga BBM yang berlaku.
Langkah 3: Tambahkan Biaya Perawatan dan Selisih Pajak
Bagi estimasi biaya perawatan tahunan dengan jumlah kilometer setahun untuk mendapat biaya perawatan per kilometer. Mobil listrik memiliki struktur perawatan jauh lebih sederhana karena komponen utama seperti motor listrik dan baterai minim penggantian rutin, sementara mobil bensin butuh ganti oli, filter, dan perawatan mesin berkala. Terakhir, masukkan selisih pajak tahunan bila daerah Anda memberikan keringanan untuk kendaraan listrik.
Langkah 4: Jumlahkan Semua Komponen
Total = biaya tol + (biaya energi per km Ă— jarak) + (biaya perawatan per km Ă— jarak). Jangan lupa tambahkan biaya makan dan istirahat bila perjalanan Anda berlangsung lebih dari 6 jam. Informasi lebih lengkap soal rumus dan faktor biaya tak terduga bisa Anda simak di panduan kami tentang cara menghitung biaya perjalanan tol dengan BBM.
Tabel Estimasi Biaya Rute Populer
Untuk mempermudah Anda, berikut estimasi biaya perjalanan untuk beberapa rute tol paling populer di Indonesia, membandingkan mobil listrik dan mobil bensin. Asumsi yang dipakai: efisiensi mobil listrik 6,5 km/kWh dengan tarif SPKLU Rp2.600/kWh, dan mobil bensin 12 km/liter dengan harga bensin Rp13.000/liter. Tarif tol merupakan estimasi golongan I dan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi silakan verifikasi angka terbaru sebelum berangkat.
| Rute | Jarak (±) | Biaya Tol (est.) | Biaya Energi EV | Biaya Energi Bensin | Total EV (tol+energi) | Total Bensin (tol+energi) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Jakarta–Bandung | 150 km | Rp80.000–Rp95.000 | Rp60.000 | Rp162.500 | ±Rp140.000–Rp155.000 | ±Rp242.000–Rp257.000 |
| Jakarta–Semarang | 450 km | Rp260.000–Rp310.000 | Rp180.000 | Rp487.500 | ±Rp440.000–Rp490.000 | ±Rp747.000–Rp797.000 |
| Jakarta–Surabaya | 780 km | Rp480.000–Rp560.000 | Rp312.000 | Rp845.000 | ±Rp792.000–Rp872.000 | ±Rp1,3 juta–Rp1,4 juta |
| Jakarta–Yogyakarta | 570 km | Rp335.000–Rp395.000 | Rp228.000 | Rp617.500 | ±Rp563.000–Rp623.000 | ±Rp952.000–Rp1 juta |
| Jakarta–Cirebon | 220 km | Rp120.000–Rp150.000 | Rp88.000 | Rp238.000 | ±Rp208.000–Rp238.000 | ±Rp358.000–Rp388.000 |
Terlihat jelas dari tabel di atas, dari sisi energi murni, mobil listrik unggul signifikan pada rute jarak jauh, dengan penghematan sekitar Rp455.000 hingga Rp560.000 untuk rute Jakarta–Surabaya. Selisih ini semakin besar ketika Anda melibatkan biaya perawatan, yang juga jauh lebih rendah untuk mobil listrik. Penting untuk diperhatikan, pada rute lebih dari 500 km mobil listrik memerlukan minimal satu kali isi daya di SPKLU Trans Jawa, yang menambah waktu tempuh sekitar 30–60 menit.
Tips dan Strategi Hemat untuk Perjalanan Tol
Berikut strategi praktis agar anggaran perjalanan tol Anda tetap terkendali, apa pun jenis mobil yang Anda miliki.
- Manfaatkan tarif listrik peralihan off-peak. Banyak SPKLU dan operator pengisian menawarkan harga lebih murah pada malam hari atau dini hari, bisa lebih murah 15–20% dibanding tarif siang. Jadwalkan isi daya saat harga terendah.
- Jaga kecepatan di 90–100 km/jam. Pada mobil listrik, kenaikan kecepatan dari 90 ke 110 km/jam bisa menaikkan konsumsi energi hingga 15–20%. Pada mobil bensin, setel cruise control untuk menjaga konsumsi BBM tetap efisien.
- Rencanakan titik isi daya sebelum berangkat. Pilih SPKLU yang dekat dengan rest area agar tidak memutar rute. Penggunaan panduan lokasi SPKLU jalan tol akan menghemat waktu dan energi Anda.
- Isi daya hingga 80% di rute jauh, bukan 100%. Mengisi hingga penuh memakan waktu jauh lebih lama karena pengisian melambat di atas 80%. Dua kali isi singkat 80% lebih cepat daripada satu kali isi 100%.
- Hindari jam puncak. Perjalanan di luar jam ramai tidak hanya membuat SPKLU tersedia, tetapi juga menekan biaya karena Anda tidak perlu membuang energi dalam kemacetan berhenti-jalan.
- Kurangi muatan berlebih. Setiap 100 kg tambahan bisa menaikkan konsumsi energi 3–5%. Singkirkan barang-barang yang tidak perlu di bagasi sebelum perjalanan panjang.
- Pantau biaya tol per ruas. Jangan berasumsi total tarif di gerbang keluar sudah paling murah; sebagian rute memiliki jalur alternatif dengan tarif berbeda. Cek estimasi dulu memakai kalkulator tarif tol agar tidak kaget.
Untuk strategi hemat yang lebih mendalam bagi pengguna BBM, lihat panduan hemat BBM di jalan tol tahun 2026. Bagi Anda yang sering menempuh jarak tempuh puluhan kilometer setiap hari, artikel tentang strategi hemat biaya tol jarak jauh juga layak dibaca.
FAQ Seputar Mobil Listrik vs Bensin di Jalan Tol
1. Berapa sebenarnya biaya tol untuk mobil listrik dibanding mobil bensin? Sama persis. Tarif tol dihitung berdasarkan golongan kendaraan (golongan I untuk mobil penumpang pribadi), sehingga mobil listrik dan mobil bensin membayar tarif yang identik pada rute yang sama.
2. Apakah mobil listrik lebih murah untuk perjalanan Jakarta–Surabaya? Ya. Dari sisi energi, mobil listrik bisa menghemat Rp455.000–Rp560.000 dibanding mobil bensin pada rute tersebut, hanya saja perlu menambah waktu isi daya sekitar 30–60 menit di SPKLU.
3. Bagaimana dengan ketersediaan SPKLU di Trans Jawa? Sepanjang Tol Trans Jawa sudah tersedia SPKLU di banyak rest area utama, umumnya berjarak tidak terlalu jauh satu sama lain, sehingga perjalanan Jakarta–Surabaya aman dilakukan dengan perencanaan yang baik.
4. Apakah mobil listrik aman untuk perjalanan jauh sendirian? Aman asalkan Anda memeriksa kondisi baterai, memetakan titik SPKLU, dan menyisakan cadangan daya minimal 20% saat tiba di gerbang tol keluar.
5. Berapa lama mobil listrik mengisi daya di SPKLU cepat? Fast charging umumnya mengisi dari 20% ke 80% dalam 20–40 menit tergantung daya charger dan kapasitas baterai mobil Anda.
6. Apakah biaya perawatan mobil listrik benar-benar lebih murah? Ya, bisa lebih murah hingga setengahnya karena tidak ada komponen penggantian oli, filter, busi, dan sistem pembakaran. Perawatan rutin lebih banyak berupa cek baterai dan sistem kelistrikan.
7. Bagaimana pajak tahunan mobil listrik? Banyak pemerintah daerah memberikan keringanan pajak untuk kendaraan listrik, bahkan hingga bebas pajak di beberapa periode promosi, sehingga menekan biaya kepemilikan tahunan.
8. Apakah mobil bensin masih masuk akal di tahun 2026? Memang. Bagi pemilik dengan anggaran terbatas, kebutuhan jarak jauh dengan waktu terbatas, atau yang tidak memiliki akses mudah ke pengisian di rumah, mobil bensin tetap praktis dan andal.
9. Bisakah saya mengisi mobil listrik di rumah untuk menghemat lebih banyak? Bisa. Tarif listrik rumah (terutama pada geng non-sekunder) bisa lebih murah daripada tarif SPKLU, sehingga aktivitas mengisi di rumah pada malam hari menekan biaya energi lebih jauh.
10. Mana yang lebih baik untuk jumlah pemakaian harian sedikit? Jika Anda jarang menempuh jarak jauh lebih dari 300 km, mobil listrik unggul karena biaya perjalanan harian sangat murah. Namun jika tiap minggu Anda menempuh 1.000 km lebih, mobil bensin lebih praktis karena pengisian lebih cepat.
Rekomendasi Berdasarkan Tipe Pemakai
| Profil Pemakai | Pilihan Terbaik | Alasannya |
|---|---|---|
| Komuter mingguan < 300 km | Mobil listrik | Biaya per km paling rendah dan isi daya semalam cukup untuk seminggu |
| Pemudik jarak jauh bulanan | Mobil listrik jika punya akses SPKLU, bensin jika tidak | Selisih biaya energi besar di rute panjang, tapi butuh perencanaan isi |
| Driver dinas antar kota rutin | Mobil bensin | Kecepatan isi ulang 3–5 menit menghemat waktu kerja |
| Keluarga dengan satu mobil | Mobil bensin | Lebih fleksibel tanpa risiko habis daya jauh dari SPKLU |
| Pekerja harian < 50 km/jam | Mobil listrik | Penghematan harian terakumulasi besar dan perawatan minim |
| Pemburu biaya terendah murni | Mobil listrik | Total biaya per tahun paling rendah bila infrastruktur tersedia |
Pilihan terbaik sangat bergantung pada pola perjalanan Anda. Untuk pelengkap, pastikan Anda juga memahami sistem pembayaran tol yang kini sepenuhnya elektronik; lihat panduan e-Toll pembelian dan isi ulang agar saldo selalu cukup di gerbang.
Kesimpulan
Membandingkan mobil listrik dan mobil bensin untuk perjalanan tol tidak bisa dilakukan dengan angka tunggal. Dari sisi energi murni dan biaya perawatan, mobil listrik jelas lebih hemat secara signifikan, terutama pada rute jarak jauh seperti Jakarta–Surabaya yang bisa menghemat ratusan ribu rupiah sekali jalan. Namun mobil bensin tetap unggul dari sisi fleksibilitas dan kecepatan pengisian, menjadikannya pilihan yang masuk akal bagi pemilik dengan mobilitas tinggi dan waktu terbatas.
Pada akhirnya, jawaban “mana yang lebih hemat” bergantung pada jarak tempuh Anda, akses ke pengisian listrik, dan toleransi terhadap waktu berhenti di perjalanan. Yang pasti, komponen biaya tol tidak akan berubah antara keduanya — jadi manfaatkan informasi tarif yang selalu terbaru untuk membuat keputusan. Gunakan kalkulator tarif tol untuk mengecek tarif rute Anda hari ini, lalu bandingkan dengan biaya energi kendaraan yang Anda miliki. Selamat memilih kendaraan yang paling efisien untuk setiap kilometer perjalanan tol Anda!
Sponsored
đź“° Baca Juga
Panduan Membawa Hewan Peliharaan di Jalan Tol
Panduan lengkap membawa hewan peliharaan saat perjalanan jauh via jalan tol: persiapan kandang, syarat adm, posisi aman, makan minum, dan keselamatan.
tipsPanduan Klaim Asuransi Kendaraan Kecelakaan Jalan Tol
Panduan klaim asuransi kendaraan setelah kecelakaan di jalan tol: langkah di lokasi, dokumen yang dibutuhkan, waktu proses, dan tips agar klaim disetujui.
tipsTips Berkendara Aman di Tanjakan dan Turunan Jalan Tol
Panduan cara aman berkendara di tanjakan dan turunan curam jalan tol: teknik engine brake, rem putus-putus, cegah rem blong, dan tips kendaraan berat.