Cek Tarif Tol

Tarif Tol Bocimi 2026: Rute Bogor–Sukabumi & Tarif

cektol.id admin cektol.id admin | Dipublikasikan pada 18 Agustus 2026
Tarif Tol
Cover image for Tarif Tol Bocimi 2026: Rute Bogor–Sukabumi & Tarif

Sponsored

Tarif Tol Bocimi 2026: Rute Bogor–Sukabumi & Tarif

Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi, yang lebih dikenal dengan singkatan Bocimi, adalah salah satu ruas tol strategis di Jawa Barat yang menjadi pintu gerbang selatan menuju kawasan wisata Sukabumi. Ruas ini dirancang membentang dari Simpang Susun (SS) Ciawi di ujung Jalan Tol Jagorawi hingga Kota Sukabumi, dengan total panjang sekitar 53,15 kilometer untuk Seksi 1 sampai 4 menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), atau sekitar 55 kilometer jika dihitung keseluruhan koridor Bogor–Ciawi–Sukabumi. Saat artikel ini ditulis pada Agustus 2026, koridor yang sudah beroperasi penuh secara komersial baru sepanjang 26,40 kilometer, yaitu Seksi 1 (Ciawi–Cigombong) dan Seksi 2 (Cigombong–Cibadak).

Ruas ini dioperasikan oleh PT Trans Jabar Toll (TJT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas Ciawi–Sukabumi, dengan dukungan integrasi pengelolaan bersama PT Jasa Marga pada koridor Jagorawi–Bocimi. Bagi pengguna jalan dari Jakarta dan Bogor yang hendak menuju Cibadak, Parungkuda, atau kawasan wisata Sukabumi seperti Pelabuhan Ratu dan Geopark Ciletuh, Tol Bocimi memangkas waktu tempuh secara drastis. Contohnya, perjalanan Ciawi–Cigombong yang dulu memakan waktu hingga 1,5 jam melalui jalur arteri kini hanya sekitar 10–15 menit.

Artikel ini menyajikan tarif tol Bocimi 2026 secara lengkap: daftar gerbang, rincian tarif per golongan yang sudah terverifikasi, status perkembangan seksi terbaru, rest area alternatif, hingga tips aman berkendara. Ingat, tarif dapat berubah sewaktu-waktu, jadi gunakan kalkulator tarif tol sebelum berangkat untuk angka yang paling akurat.


Profil Ruas Tol Bocimi: Seksi, Panjang, dan Operator

Tol Bocimi dibangun secara bertahap dalam empat seksi. Berikut gambaran masing-masing seksi menurut data BPJT dan pemberitaan resmi:

SeksiRutePanjangStatus per Agustus 2026
Seksi 1Ciawi–Cigombong15,35 kmBeroperasi penuh sejak 2019
Seksi 2Cigombong–Cibadak11,90 kmBeroperasi penuh sejak Januari 2024
Seksi 3Cibadak–Sukabumi BaratRencana ±13 kmBelum beroperasi komersial; konstruksi berjalan, target selesai 2027
Seksi 4Lanjutan menuju Kota SukabumiTahap persiapan/rencana

Operator ruas ini adalah PT Trans Jabar Toll, anak usaha yang dibentuk konsorsium untuk membangun dan mengelola Tol Ciawi–Sukabumi. Penegasan peran ini sejalan dengan pengumuman resmi TJT saat penyesuaian tarif Seksi 1 pada Agustus 2024 maupun keterangan BPJT dalam kunjungan Komisi V DPR RI ke lokasi Seksi 3 pada Juni 2026. Dalam pengelolaan sehari-hari, data lalu lintas koridor ini dicatat bersama antara Jasa Marga dan TJT, misalnya dalam pemantauan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Dengan tuntasnya seluruh seksi, Tol Bocimi akan menjadi jalur bebas hambatan pertama yang menghubungkan Jakarta–Bogor langsung ke Sukabumi, sekaligus bakal tersambung hingga Padalarang di masa depan. Rencana sambungan ke Padalarang ini menjadi salah satu strategi untuk mengurai kepadatan Jalan Tol Cipularang, dengan nilai investasi yang dilaporkan sekitar Rp7,7 triliun untuk pengerjaan seksi lanjutan. Artinya, jarak tempuh menuju Bandung dari arah selatan nantinya bisa lebih pendek tanpa harus menembus Puncak atau Cianjur.


Sejarah Tol Bocimi: Dari Seksi 1 hingga Progres Seksi 3

Seksi 1: Ciawi–Cigombong

Seksi 1 sepanjang 15,35 kilometer merupakan bagian pertama Bocimi yang beroperasi, tepatnya pada tahun 2019. Kehadirannya langsung mengubah mobilitas warga Bogor Barat dan Cigombong yang sebelumnya bergantung pada jalur arteri yang berkelok dan kerap macet. Tarif resmi Seksi 1 mulai berlaku sejak 23 Agustus 2021, lalu mengalami penyesuaian pada 7 Agustus 2024 berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1661/KPTS/M/2024. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah pengelola memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) dan persyaratan beautifikasi yang diminta BPJT.

Rincian tarif Seksi 1 setelah penyesuaian 2024 itulah yang menjadi dasar angka terverifikasi pada artikel ini, yaitu tarif dari gerbang menuju GT Cigombong sebesar Rp19.000 untuk Golongan I serta Rp28.000 untuk Golongan II dan III. Pola ini juga dicatat pada pemberitaan detikFinance baik pada Agustus maupun Oktober 2024.

Seksi 2: Cigombong–Cibadak

Seksi 2 sepanjang 11,90 kilometer menghubungkan Cigombong hingga Cibadak. Ruas ini sempat beroperasi secara fungsional tanpa tarif sejak pertengahan 2023, kemudian resmi beroperasi penuh pada Januari 2024. Selama masa awal operasional, pengguna masih menikmati layanan gratis hingga 17 Agustus 2024, sebelum akhirnya diberlakukan tarif resmi pada Oktober 2024 dengan dasar keputusan menteri yang sama (Kepmen PUPR 1661/KPTS/M/2024).

Tarif terverifikasi untuk Seksi 2 adalah GT Cigombong menuju GT Cibadak sebesar Rp17.000 untuk Golongan I serta Rp25.000 untuk Golongan II dan III. Pengumuman resmi TJT melalui akun media sosial @transjabartol juga mencatat skema tarif proporsional dari GT Caringin Utama dan GT Caringin menuju GT Cigombong sebesar Rp19.000 untuk Golongan I.

Seksi 3: Cibadak–Sukabumi Barat, Belum Beroperasi Komersial

Per Agustus 2026, Seksi 3 Bocimi (Cibadak–Sukabumi Barat) belum beroperasi penuh secara komersial. Statusnya masih dalam tahap konstruksi. Inilah poin penting yang perlu dipahami pengguna jalan: Anda belum bisa menempuh seluruh perjalanan Jakarta–Sukabumi melalui tol sampai seksi ini rampung.

Adapun perkembangan terverifikasi hingga Juni 2026, saat BPJT bersama Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke lokasi Seksi 3: progres konstruksi telah mencapai 81,49 persen dan ditargetkan selesai pada tahun 2027, dengan percepatan pengerjaan di sisi kewilayahan Sukabumi. Sebelumnya, pembebasan lahan Seksi 3 dilaporkan telah mencapai 86 persen. Pada Maret 2026, sebagian Seksi 3 bahkan sempat difungsikan untuk mengurai arus balik Lebaran, yaitu jalur Karangtengah menuju Cibadak, dengan pengawalan kepolisian dan skema lalu lintas fungsional. Namun pembukaan fungsional sewaktu-waktu seperti itu bersifat situasional dan berbeda dengan operasional komersial yang membebankan tarif.

Seksi 3 juga sempat menjadi sorotan karena longsor di sekitar KM 72 akibat hujan deras pada Mei 2026, yang membuat jalur arah Jakarta ditutup sementara sebelum akhirnya dibuka kembali setelah penanganan. Kejadian tersebut mempertegas pentingnya pengamanan lereng di ruas pegunungan ini, dan BPJT menegaskan akan berkolaborasi dengan PT Trans Jabar Toll untuk meningkatkan pengamanan lereng pada Seksi 3.


Daftar Gerbang Tol Bocimi

Gerbang-gerbang yang melayani ruas Bocimi tersebar dari SS Ciawi hingga gerbang fungsional di Seksi 3. Berikut daftar gerbang beserta fungsinya:

GerbangKawasan/LokasiFungsi Utama
SS CiawiSimpang Susun Ciawi, ujung Tol JagorawiTitik awal Tol Bocimi; simpul transit dari arah Jakarta dan Bogor
GT CigombongCigombong, Kabupaten BogorMelayani kawasan Cigombong, Tamansari, dan kaki Gunung Salak
GT CibadakCibadak, Kabupaten SukabumiTitik akhir Seksi 2; akses menuju Cibadak dan kawasan Sukabumi utara
GT ParungkudaParungkuda, Kabupaten SukabumiGerbang fungsional Seksi 3; akses wisata Cikidang dan sekitarnya
GT KarangtengahKarangtengah, Kabupaten SukabumiGerbang fungsional Seksi 3; akses menuju arah Pelabuhan Ratu
Sukabumi BaratRencana ujung Seksi 3Gerbang tujuan akhir menuju Kota Sukabumi (belum beroperasi)

Perlu dicatat, sebelum memasuki SS Ciawi dari arah Jakarta, pengguna juga melewati GT Caringin dan GT Caringin Utama yang berada di ruas Jagorawi. Gerbang-gerbang tersebut menjadi titik awal perhitungan tarif untuk perjalanan melalui koridor Jagorawi–Bocimi.


Rincian Tarif Tol Bocimi per Gerbang (Golongan I–V)

Tarif Tol Bocimi menganut sistem tarif tertutup yang dihitung proporsional berdasarkan jarak. Berikut rincian tarif terverifikasi untuk setiap kombinasi gerbang utama pada ruas yang sudah beroperasi. Angka Golongan I sampai III bersumber dari data resmi yang sudah terverifikasi; Golongan IV dan V belum diumumkan secara resmi untuk skema terkini sehingga kami sajikan sebagai estimasi sekitar dua kali tarif Golongan I, menunggu pengumuman resmi BPJT.

Asal → TujuanGol IGol IIGol IIIGol IV (estimasi)Gol V (estimasi)
Jakarta → Ciawi (via Jagorawi)Rp7.500Rp12.000Rp12.000±Rp15.000±Rp15.000
Ciawi → CigombongRp19.000Rp28.000Rp28.000±Rp38.000±Rp38.000
Cigombong → CibadakRp17.000Rp25.000Rp25.000±Rp34.000±Rp34.000

Sebagai perbandingan, pada tarif resmi 2024, kendaraan Golongan IV dan V untuk rute menuju Cigombong tercatat sebesar Rp37.500 dan untuk rute Cigombong–Cibadak sekitar Rp33.500 — pola yang memang mendekati dua kali tarif Golongan I. Angka estimasi di atas kami cantumkan sebagai perkiraan kasar saja; untuk kepastian, gunakan kalkulator tarif tol.


Tarif Tol Bocimi per Golongan Kendaraan

Tarif dibedakan berdasarkan golongan kendaraan sesuai dimensi dan jumlah gandar. Berikut ikhtisar tarif untuk lintas penuh yang saat ini bisa ditempuh dari Jakarta hingga Cibadak (menggabungkan Jagorawi, Seksi 1, dan Seksi 2):

GolonganJenis KendaraanLintas Penuh Jakarta → Cibadak (Gol I–III terverifikasi)
Gol ISedan, jip, pikap, mobil pribadiRp43.500 (Rp7.500 + Rp19.000 + Rp17.000)
Gol IITruk 2 gandar, bus kecilRp65.000 (Rp12.000 + Rp28.000 + Rp25.000)
Gol IIITruk 3 gandar, bus besarRp65.000 (Rp12.000 + Rp28.000 + Rp25.000)
Gol IVTruk 4 gandar±Rp87.000 (estimasi, ±2× Gol I per seksi)
Gol VTruk 5 gandar atau lebih±Rp87.000 (estimasi, ±2× Gol I per seksi)

Catatan: total lintas penuh Gol I–III di atas adalah penjumlahan tarif terverifikasi tiap segmen. Untuk perjalanan yang hanya menempuh sebagian ruas, hitungannya lebih kecil — misalnya Jakarta–Cigombong untuk Gol I sekitar Rp26.500 (Rp7.500 + Rp19.000). Pastikan selalu mengecek kombinasi rute Anda di kalkulator tarif tol agar tidak salah perhitungan.


Rest Area Tol Bocimi: Belum Tersedia, Ini Alternatifnya

Hingga Agustus 2026, belum ada rest area besar (Tipe A/B) di dalam ruas Tol Bocimi yang sudah beroperasi. Ruas Seksi 1 dan Seksi 2 yang berjalan di kawasan pegunungan memang belum dilengkapi tempat istirahat resmi seperti ruas tol panjang pada umumnya. Jangan berhenti di bahu jalan untuk beristirahat karena sangat berbahaya dan melanggar aturan. Berikut alternatif terdekat:

  • Rest Area Tol Jagorawi KM 19 — tempat istirahat besar yang paling praktis sebelum melanjutkan ke Bocimi dari arah Jakarta. Bacaan lengkap: Rest Area KM 19 Tol Jagorawi.
  • SPBU di sekitar gerbang — untuk pengisian BBM dan istirahat singkat, SPBU di kawasan Ciawi, Cigombong, dan Cibadak menjadi pilihan praktis, meski harus keluar tol sejenak.
  • Keluar di gerbang tujuan — bagi yang membutuhkan istirahat lebih lama, keluar di GT Cigombong atau GT Cibadak lalu singgah di rumah makan atau kafe di kawasan sekitar.

Bagi pengguna yang menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Sukabumi, rencanakan titik istirahat sebelum masuk gerbang tol. Informasi lebih lanjut mengenai ruas Jagorawi bisa Anda baca di Tarif Tol Jagorawi Jakarta–Bogor–Ciawi 2026.


Pemandangan dan Spot Foto di Sepanjang Tol Bocimi

Salah satu daya tarik Tol Bocimi adalah pemandangan alamnya yang khas pegunungan Jawa Barat. Sepanjang perjalanan, pengguna disuguhi panorama yang tidak ditemukan di ruas tol dataran rendah:

  • Gunung Salak — lereng barat Gunung Salak terlihat jelas dari Seksi 1, terutama di sekitar Cigombong. Pemandangan paling bagus saat pagi hari ketika kabut tipis masih menggantung di puncak.
  • Gunung Gede-Pangrango — dari arah Cibadak ke timur, siluet Gunung Gede dan Pangrango tampak megah di kejauhan, kontras dengan hamparan hijau kebun teh.
  • Perkebunan teh Cigombong — hamparan kebun teh yang membentang di sisi kanan-kiri jalan menjadi pemandangan ikonik ruas ini. Warna hijau yang seragam ini paling hidup saat cuaca cerah.
  • Curug di sekitar kawasan Ciawi–Cigombong — di luar tol, kawasan Tamansari dan Cigombong dikenal dengan sejumlah curug atau air terjun, seperti Curug Nangka, yang bisa Anda kunjungi dengan berhenti di GT Cigombong. Kawasan lain yang terhubung langsung meliputi KEK Lido, Situ Gunung, hingga Geopark Ciletuh dan Pelabuhan Ratu di selatan Sukabumi.
  • KM 72 dan sekitarnya — segmen menjelang Cibadak–Parungkuda menawarkan pemandangan lembah dan perbukitan yang luas; area ini juga menjadi titik pengamatan yang kerap dipakai untuk memantau kepadatan saat libur panjang.

Yang perlu diingat: jangan berhenti di bahu jalan untuk berfoto. Ambil gambar dari dalam kendaraan atau manfaatkan area parkir resmi di luar gerbang tol. Keselamatan jauh lebih berharga daripada foto.


6 Tips Aman Melintasi Tol Bocimi

  1. Waspada turunan panjang dan tanjakan — ruas ini melewati medan pegunungan dengan alinyemen menanjak dan menurun. Gunakan engine brake, jangan biarkan rem bekerja terus-menerus pada turunan panjang, dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
  2. Kabut di sekitar Cigombong — kabut tebal sering muncul di pagi dan malam hari, terutama di Seksi 1. Nyalakan lampu utama dan sesuaikan kecepatan jika jarak pandang menurun; jangan gunakan lampu jauh dalam kabut karena memantulkan cahaya.
  3. Antisipasi musim hujan dan risiko longsor — ruas ini pernah ditutup sementara akibat longsor di KM 72 pada Mei 2026. Saat hujan deras, pantau info penutupan jalur dari aplikasi resmi pengelola dan media sebelum berangkat.
  4. Waspadai angkutan barang — Tol Bocimi menjadi jalur logistik penting dari Sukabumi menuju Bogor/Jakarta, sehingga truk dan bus cukup padat. Jangan menyalip di tikungan, dan beri ruang lebih saat berpapasan dengan kendaraan besar.
  5. Pastikan saldo e-toll cukup — semua transaksi di gerbang Tol Bocimi menggunakan uang elektronik. Isi saldo sebelum masuk gerbang, terutama saat musim liburan panjang ketika antrean gerbang bisa mengular hingga beberapa kilometer, seperti yang pernah terjadi di GT Parungkuda.
  6. Rencanakan rute dan cek tarif sebelum berangkat — karena Seksi 3 belum beroperasi penuh, pastikan tujuan Anda masih terjangkau ruas yang beroperasi. Gunakan kalkulator tarif tol di situs ini dan periksa artikel Tarif Tol Cijago Cinere–Jagorawi 2026 serta Tarif Tol Jakarta–Bandung Terbaru jika Anda melanjutkan perjalanan ke arah timur.

FAQ Seputar Tol Bocimi

Berapa tarif Tol Bocimi saat ini untuk Golongan I?

Tarif terverifikasi: Ciawi–Cigombong Rp19.000, Cigombong–Cibadak Rp17.000, dan Jakarta–Ciawi via Jagorawi Rp7.500. Total Jakarta–Cibadak sekitar Rp43.500 untuk Golongan I.

Apakah Tol Bocimi Seksi 3 sudah beroperasi di tahun 2026?

Belum beroperasi komersial. Seksi 3 (Cibadak–Sukabumi Barat) masih dalam konstruksi dengan progres sekitar 81,49 persen per Juni 2026 dan ditargetkan selesai 2027. Sebagian jalurnya sempat dipakai fungsional saat arus balik Lebaran 2026, tetapi bukan operasional resmi.

Berapa total biaya tol dari Jakarta menuju Sukabumi?

Saat ini Anda baru bisa menempuh tol hingga Cibadak (±Rp43.500 Golongan I dari Jakarta). Untuk sampai ke Kota Sukabumi, perjalanan dilanjutkan melalui jalur arteri karena Seksi 3 belum beroperasi penuh.

Siapa operator dan berapa panjang total Tol Bocimi?

Operator resminya PT Trans Jabar Toll (TJT). Total panjang seksi 1–4 Ciawi–Sukabumi sekitar 53,15 kilometer, dan sekitar 55 kilometer jika dihitung keseluruhan koridor Bogor–Ciawi–Sukabumi; yang sudah beroperasi baru 26,40 kilometer.

Apakah ada rest area di Tol Bocimi?

Belum ada rest area Tipe A/B di dalam ruas yang beroperasi. Alternatif terdekat adalah Rest Area Jagorawi KM 19, SPBU di sekitar gerbang, atau keluar tol di Cigombong/Cibadak untuk beristirahat.

Bagaimana cara cek tarif tol Bocimi yang paling akurat?

Gunakan kalkulator tarif tol di situs ini, aplikasi resmi pengelola, atau situs BPJT. Selalu cek tarif terkini sebelum berangkat karena penyesuaian bisa terjadi sewaktu-waktu sesuai evaluasi BPJT.


Kesimpulan

Tol Bocimi adalah ruas yang mengubah peta perjalanan Jakarta–Bogor–Sukabumi. Dengan tarif terverifikasi Rp19.000 untuk Ciawi–Cigombong dan Rp17.000 untuk Cigombong–Cibadak, koridor sepanjang sekitar 53–55 kilometer ini kini menjadi jalur andalan menuju Cibadak, Parungkuda, dan kawasan wisata Sukabumi. Namun, hingga Agustus 2026, Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat masih dalam konstruksi dengan target rampung 2027, sehingga perjalanan ke Kota Sukabumi belum sepenuhnya dapat ditempuh melalui tol.

Disclaimer: Tarif dapat berubah sewaktu-waktu sesuai evaluasi BPJT dan keputusan pemerintah. Angka Golongan IV dan V pada artikel ini adalah estimasi dan belum diumumkan secara resmi; pastikan selalu mengecek tarif terkini sebelum berangkat.

Sebelum berangkat, pastikan saldo e-toll Anda cukup dan rencanakan rute dengan cermat. Jangan lupa gunakan kalkulator tarif tol untuk estimasi biaya perjalanan Anda, dan baca artikel terkait lainnya: Tarif Tol Jagorawi Jakarta–Bogor–Ciawi 2026 untuk memahami ruas pendahulunya, serta Tarif Tol Cijago Cinere–Jagorawi 2026 jika Anda datang dari arah selatan Jakarta. Semoga perjalanan Anda menyenangkan dan aman sampai tujuan.

Reading time: 12 min

Sponsored

📰 Baca Juga