Tarif Tol Ulujami-Serpong 2026: Rute, Gerbang & Tarif
Sponsored
Tarif Tol Ulujami-Serpong 2026: Rute, Gerbang & Tarif
Jalan Tol Ulujami–Serpong, yang juga dikenal sebagai Tol UluSerp atau Tol Jakarta–Serpong (Jakser), adalah ruas tol yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Tangerang Selatan melalui kawasan Bintaro, Pondok Aren, dan Serpong. Ruas ini membentang dari Simpang Susun Ulujami di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR 1) di selatan Jakarta hingga Simpang Susun Serpong yang menjadi simpul pertemuan dengan jaringan JORR 2. Data teknis mencatat panjang ruas sekitar 12,5 kilometer dengan rincian segmen Ulujami–Pondok Ranji sepanjang 4,5 kilometer dan segmen Pondok Ranji–Serpong sepanjang 8,0 kilometer; sebagian pemberitaan menyebut angka yang lebih pendek sekitar 10 kilometer untuk bagian yang lazim dipetakan dalam skema perjalanan JORR 2, sehingga tidak perlu heran jika melihat perbedaan angka pada beberapa sumber.
Pengusahaan ruas ini dibagi dua: segmen Pondok Ranji–Ulujami dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sedangkan segmen Serpong–Pondok Ranji dikelola Nusantara Infrastructure yang juga mengelola infrastruktur jalan tol di kawasan Bintaro. Karena posisinya yang menghubungkan dua lingkar utama Jabodetabek, Tol Ulujami–Serpong menjadi jalur penting bagi warga Serpong, BSD, Pondok Aren, dan Bintaro untuk menuju Jakarta tanpa harus menyusuri jalan arteri yang padat, sekaligus menjadi pendekat utama dari arah JORR menuju koridor JORR 2 sisi barat.
Artikel ini menyajikan tarif tol Ulujami–Serpong 2026 secara lengkap: profil ruas dan sejarahnya, daftar gerbang tol, rincian tarif per gerbang yang sudah terverifikasi untuk semua golongan kendaraan, rest area, hingga FAQ. Karena tarif tol dapat disesuaikan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sewaktu-waktu, selalu gunakan kalkulator tarif tol untuk menghitung biaya perjalanan paling akurat sesuai gerbang masuk dan keluar Anda.
Sejarah Tol Ulujami-Serpong: Dari Jakarta–Serpong Lama Menjadi Simpul JORR 2
Tol Ulujami–Serpong bukan ruas baru. Ruas ini dibangun dan dioperasikan secara bertahap sejak akhir 1990-an hingga pertengahan 2000-an, jauh sebelum JORR 2 hadir. Bagian Serpong–Pondok Aren menjadi seksi pertama yang beroperasi pada tahun 1999, disusul seksi Pondok Aren–Bintaro Viaduct pada tahun 2002, dan terakhir seksi Bintaro Viaduct–Ulujami pada tahun 2004–2005. Pada akhir 2004, berdasarkan Surat Keputusan pengelola nomor 281.PET-JSMR/91/IX/SK/2004, ruas ini resmi terhubung dengan akses Tanah Kusir dan Pondok Indah di sisi Jakarta, sehingga perjalanan dari Serpong ke pusat Jakarta Selatan semakin mulus. Pada 2011, segmen Rawabuntu–Pondok Aren dilebarkan menjadi tiga lajur per arah untuk mengantisipasi volume kendaraan yang terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan kota mandiri Bintaro Jaya dan BSD City.
Sejak lama Tol Ulujami–Serpong berperan sebagai bagian dari rencana lingkar luar pertama Jakarta (JORR 1) di sisi barat daya. Namun peran strategisnya berubah total pada tahun 2019 ketika Simpang Susun Serpong di KM 9 diresmikan sebagai titik pertemuan dengan jaringan JORR 2. Dari simpang susun ini, pengguna dapat berbelok ke utara menuju Tol Kunciran–Serpong yang diresmikan pada 6 Desember 2019, atau ke selatan menuju Tol Serpong–Cinere yang menjadi bagian JORR 2 sisi tenggara. Dengan demikian, Tol Ulujami–Serpong kini menjadi jembatan penghubung antara JORR 1 dan JORR 2: kendaraan yang datang dari tol dalam kota, JORR, atau Tol Jakarta–Tangerang dapat masuk di Ulujami, meluncur ke Serpong, lalu melanjutkan perjalanan ke arah mana pun di lingkar luar kedua.
Peran ruas ini di jaringan JORR 2 sangat khas. Bagi pengguna dari arah JORR sisi timur atau selatan (Bekasi, Depok, Jagorawi) yang hendak menuju Serpong, BSD, atau Parigi, Tol Ulujami–Serpong adalah pendekat tercepat karena memotong langsung ke sisi barat tanpa menembus pusat kota. Bagi pengguna yang hendak menuju Bandara Soekarno–Hatta, ruas ini menjadi jalur alternatif yang populer: masuk di Ulujami, lanjut ke Simpang Susun Serpong, belok ke Tol Kunciran–Serpong, lalu terhubung ke ruas Cengkareng–Batuceper–Kunciran yang mengarah langsung ke kawasan bandara. Jalur ini menghindari kepadatan Tol Jakarta–Tangerang yang menjadi jalur konvensional menuju bandara, sebagaimana diulas lebih dalam pada artikel Tarif Tol Jakarta–Tangerang 2026 dan Tarif Tol Kunciran–Serpong 2026.
Keberadaan ruas ini juga menjadi katalis pertumbuhan kawasan. Bintaro Jaya disebut-sebut semakin populer sejak Tol Ulujami–Serpong dapat dilalui, dan kawasan BSD ikut berkembang pesat setelah akses tolnya terbuka. Harga properti di sekitar koridor ini melonjak karena waktu tempuh ke Jakarta yang semula berjam-jam melalui arteri Jl. Ciputat Raya berhasil dipangkas menjadi belasan menit. Singkatnya, Tol Ulujami–Serpong adalah ruas pendek dengan dampak besar bagi morfologi perkotaan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.
Daftar Gerbang Tol Ulujami-Serpong
Tol Ulujami–Serpong melayani beberapa gerbang tol yang tersebar dari sisi Jakarta hingga ujung Tangerang Selatan. Berdasarkan data resmi pengelola, ruas ini memiliki enam titik pintu tol utama beserta dua simpang susun di kedua ujungnya. Berikut daftar gerbang beserta fungsi utamanya:
| Gerbang | Lokasi/KM | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Ulujami Interchange | KM 0, perbatasan Jakarta Selatan | Titik awal ruas; simpul koneksi dengan JORR 1 arah utara (Kebon Jeruk, Jakarta–Tangerang) dan arah selatan (TMII, Bekasi) |
| Bintaro Viaduct | KM 3, Bintaro | Melayani Jalan Bintaro Utama 3 dan kawasan Bintaro Jaya sektor utara |
| Pondok Ranji | KM 4, Pondok Ranji, Tangerang Selatan | Gerbang tol utama ruas; akses Jalan Boulevard Bintaro Jaya melalui gerbang sayap |
| Pondok Aren | KM 6, Pondok Aren, Tangerang Selatan | Melayani Jalan Tegal Rotan, kawasan Pondok Aren, dan akses Bintaro sisi selatan |
| Serpong Interchange | KM 9, Serpong, Tangerang Selatan | Simpul pertemuan JORR 2: arah utara ke Kunciran–Serpong (bandara, Tangerang) dan arah selatan ke Serpong–Cinere (Depok, Bogor) |
| Ciater | KM 10, Ciater, Serpong | Melayani Jalan Letnan Sutopo dan kawasan Ciater, Serpong Utara |
| Rawabuntu | KM 12, Rawabuntu, Serpong | Akses Jalan Pelayangan dan terusan ke Tol Serpong–Balaraja |
Perlu dicatat, beberapa pemberitaan menyebut gerbang lain seperti Jombang atau Kampung Sawah dalam konteks jaringan tol di sekitar koridor ini. Berdasarkan data resmi ruas Ulujami–Serpong, gerbang-gerbang tersebut tidak tercatat melayani ruas ini; kemungkinan besar yang dimaksud adalah gerbang pada ruas tol tetangga seperti Serpong–Cinere atau Cijago. Sebagai penghubung utama, GT Pondok Ranji adalah gerbang tol utama yang paling banyak digunakan untuk transaksi terbuka di ruas ini, sementara GT Pondok Aren menjadi gerbang favorit pengguna dari kawasan Pondok Aren dan Bintaro. Informasi lebih lanjut tentang jaringan ruas tol di selatan Serpong dapat Anda baca pada artikel Tarif Tol Serpong–Cinere 2026.
Rincian Tarif Tol Ulujami-Serpong per Gerbang
Tarif tol dihitung secara proporsional berdasarkan jarak tempuh antara gerbang masuk dan gerbang keluar. Artinya, perjalanan pendek antargerbang di dalam ruas ini lebih murah daripada lintas penuh dari Ulujami hingga Serpong. Berikut rincian tarif terverifikasi yang berlaku untuk kombinasi gerbang paling umum, dengan dasar penyesuaian terakhir per Keputusan Menteri PUPR Nomor 2149/KPTS/M/2024 yang berlaku sejak 15 September 2024:
| Rute | Gol I | Gol II & III | Gol IV (estimasi) | Gol V (estimasi) |
|---|---|---|---|---|
| Pondok Aren → Ulujami | Rp17.000 | Rp25.000 | Rp33.500 | Rp33.500 |
| Pondok Aren → Serpong | Rp9.500 | Rp14.000 | Rp18.500 | Rp18.500 |
| Kebon Jeruk → Ulujami | Rp17.000 | Rp25.000 | Rp33.500 | Rp33.500 |
| Ulujami → Serpong (lintas penuh) | Rp26.500 (estimasi) | Rp39.000 | Rp52.000 | Rp52.000 |
Tarif Pondok Aren → Ulujami sebesar Rp17.000 untuk Golongan I dan Rp25.000 untuk Golongan II dan III adalah angka terverifikasi yang juga berlaku untuk rute sebaliknya. Angka ini sejalan dengan tarif resmi segmen Pondok Ranji–JORR 1 yang dirilis pengelola. Sementara itu, Pondok Aren → Serpong sebesar Rp9.500 untuk Gol I dan Rp14.000 untuk Gol II dan III mencerminkan jarak pendek antara Pondok Aren dan Simpang Susun Serpong; nilai ini sama dengan tarif rilis untuk segmen Pondok Ranji–Serpong dan Serpong–JORR 2.
Untuk rute Kebon Jeruk → Ulujami, perlu catatan penting: Kebon Jeruk adalah gerbang pada tol dalam kota Jakarta/JORR sisi barat, bukan gerbang di ruas Ulujami–Serpong. Tarif Rp17.000 Gol I dan Rp25.000 Gol II–III yang terverifikasi tersebut sudah mencakup perjalanan pada segmen JORR menuju Ulujami, sehingga bukan murni tarif ruas Ulujami–Serpong. Jika Anda membandingkan biaya dari Kebon Jeruk hingga Serpong, totalnya adalah tarif Kebon Jeruk–Ulujami ditambah tarif Ulujami–Serpong sesuai gerbang keluar.
Untuk lintas penuh Ulujami → Serpong, kami menyajikan angka Rp26.500 Gol I sebagai estimasi proporsional dari penjumlahan tarif segmen Pondok Aren–Ulujami (Rp17.000) dan Pondok Aren–Serpong (Rp9.500). Menariknya, angka estimasi ini bertepatan dengan tarif resmi ruas Serpong–JORR 1 yang dirilis pengelola (Rp26.500 Gol I, Rp39.000 Gol II–III, Rp52.000 Gol IV–V), sehingga dapat dijadikan acuan yang cukup andal. Tetap gunakan kalkulator tarif tol untuk memastikan angka final sebelum berangkat.
Untuk Golongan IV dan V, data rilis resmi untuk beberapa kombinasi gerbang menunjukkan angka Rp18.500 untuk segmen pendek dan Rp33.500–Rp52.000 untuk lintas yang lebih jauh. Karena data pada sebagian besar basis data tarif masih berupa placeholder, kami menyajikan angka tersebut sebagai estimasi sekitar dua kali tarif Gol I, mengikuti pola umum penyesuaian tarif tol di Indonesia. Disclaimer: tarif tol dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan BPJT; angka di atas adalah data terverifikasi per Agustus 2026 dan bisa berbeda jika terjadi penyesuaian setelah artikel ini terbit.
Tarif Tol Ulujami-Serpong per Golongan Kendaraan
Tarif tol dibedakan berdasarkan golongan kendaraan sesuai dimensi, jumlah gandar, dan kelas jalan. Berikut ikhtisar tarif yang berlaku di Tol Ulujami–Serpong dengan rentang dari segmen terpendek (Pondok Aren–Serpong) hingga lintas penuh Ulujami–Serpong:
| Golongan | Jenis Kendaraan | Tarif Terendah | Tarif Lintas Penuh |
|---|---|---|---|
| Gol I | Sedan, jip, pick-up, mobil pribadi | Rp9.500 | Rp26.500 (estimasi) |
| Gol II | Truk 2 gandar, bus kecil | Rp14.000 | Rp39.000 |
| Gol III | Truk 3 gandar, bus besar | Rp14.000 | Rp39.000 |
| Gol IV | Truk 4 gandar | Rp18.500 (estimasi) | Rp52.000 (estimasi) |
| Gol V | Truk 5 gandar atau lebih | Rp18.500 (estimasi) | Rp52.000 (estimasi) |
Sebagaimana terlihat pada tabel, Golongan II dan III dikenakan tarif yang sama pada seluruh kombinasi gerbang di ruas ini, sementara Golongan IV dan V mengikuti pola sekitar dua kali tarif Gol I. Bagi pengguna kendaraan pribadi Gol I, perjalanan pendek antar kawasan di dalam Tangerang Selatan seperti Pondok Aren–Serpong hanya dikenakan biaya di bawah sepuluh ribu rupiah, sangat hemat dibandingkan waktu yang dihabiskan di jalan arteri Jl. Ciputat Raya pada jam sibuk. Untuk perhitungan biaya kombinasi gerbang lain yang tidak tercantum di sini, gunakan kalkulator tarif di situs kami yang diperbarui mengikuti tarif resmi terbaru.
Rest Area Tol Ulujami-Serpong: Pakai Alternatif Terdekat
Tol Ulujami–Serpong tidak memiliki rest area besar tipe A atau B di dalam ruasnya. Dengan panjang sekitar 12,5 kilometer, ruas ini memang tidak dirancang dengan tempat istirahat lengkap seperti ruas panjang di Trans Jawa. Yang tersedia di dalam ruas hanyalah halte bus antar kota di sekitar KM 7 yang berfungsi sebagai titik naik-turun penumpang bus, bukan rest area dengan fasilitas SPBU, toilet umum, atau musala. Berikut alternatif untuk beristirahat:
- Rest Area Kunciran–Serpong (kawasan Parigi) — dapat dijangkau dengan berbelok ke Tol Kunciran–Serpong dari Simpang Susun Serpong; fasilitasnya lebih lengkap untuk istirahat sebentar, toilet, dan pengisian bahan bakar.
- SPBU di sekitar gerbang — beberapa stasiun pengisian bahan bakar berada tidak jauh dari GT Pondok Aren, GT Pondok Ranji, dan GT Ciater, cocok untuk kebutuhan BBM dan istirahat singkat sebelum melanjutkan perjalanan.
- Pusat perbelanjaan di dekat GT Serpong — kawasan Serpong dan BSD yang berada tepat di sekitar Simpang Susun Serpong memiliki pusat perbelanjaan seperti Teraskota BSD City dan AEON Mall BSD yang dapat dijangkau melalui GT Ciater atau GT Rawabuntu; tempat ini ideal jika ingin istirahat lebih lama bersama keluarga.
- Keluar tol sejenak — bagi yang butuh istirahat panjang, keluar di GT Pondok Aren atau GT Pondok Ranji lalu singgah di rumah makan di kawasan Bintaro atau Pondok Aren.
Ingat, berhenti di bahu jalan hanya diperbolehkan untuk kondisi darurat, bukan untuk istirahat. Rencanakan titik istirahat Anda sebelum masuk tol agar perjalanan tetap aman dan nyaman, terutama jika Anda melanjutkan perjalanan jauh ke arah barat melalui Tol Serpong–Balaraja.
Pemandangan & Spot Foto di Tol Ulujami-Serpong
Meski pendek, Tol Ulujami–Serpong menyimpan pemandangan khas koridor barat daya Jabodetabek yang menarik untuk dinikmati saat lalu lintas sedang lengang:
- Koridor Tangerang Selatan — hamparan permukiman Bintaro Jaya dan Pondok Aren dengan latar kawasan bisnis BSD terlihat jelas dari ruas ini; paling sedap dinikmati pada pagi hari saat udara masih segar dan langit cerah.
- View bandara Soekarno–Hatta saat udara cerah — pada segmen sisi utara mendekati Simpang Susun Serpong, saat cuaca cerah terlihat siluet pesawat yang mendarat atau lepas landas beserta menara pengawas bandara di kejauhan; pemandangan langka yang hanya bisa dinikmati dari ruas tol tinggi di koridor ini.
- Bintaro Viaduct — jembatan panjang yang menjadi penanda khas ruas ini; struktur bentangnya menjulang di atas kawasan permukiman dan kerap menjadi objek foto favorit penggemar infrastruktur.
- Kawasan permukiman BSD — menjelang ujung barat, deretan perumahan dan gedung-gedung BSD City tersusun rapi dengan latar perbukitan Tangerang Selatan; menarik dilihat saat sore menjelang matahari terbenam.
Perlu diingat: jangan pernah berhenti di bahu jalan untuk berfoto. Itu melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta pengguna lain. Ambil foto dari dalam kendaraan, atau manfaatkan titik istirahat yang sudah kami sebutkan pada bagian sebelumnya.
Tips Aman Melintasi Tol Ulujami-Serpong
- Hindari jam sibuk — ruas ini padat pada pagi hari (sekitar pukul 06.00–09.00) untuk arah Jakarta/Ulujami dan sore hari (sekitar pukul 16.00–19.00) untuk arah Serpong. Atur waktu berangkat agar tidak terjebak antrean di gerbang.
- Waspada antrean di GT Pondok Aren — gerbang ini menjadi titik konsentrasi kendaraan dari kawasan Pondok Aren dan Bintaro; antrean panjang kerap terjadi pada akhir pekan sore. Siapkan saldo dan hindari pindah lajur mendadak di dekat gerbang.
- Pahami integrasi arus ke arah bandara — jika tujuan Anda Bandara Soekarno–Hatta, dari Simpang Susun Serpong belok ke Tol Kunciran–Serpong lalu lanjut ke ruas Cengkareng–Batuceper–Kunciran; pastikan Anda sudah berada di lajur yang benar sebelum simpang susun karena pindah lajur mendadak adalah penyebab umum kecelakaan.
- Pastikan saldo e-toll cukup — seluruh transaksi di gerbang Tol Ulujami–Serpong menggunakan uang elektronik; periksa saldo sebelum masuk dan top-up bila perlu karena minimarket tidak selalu tersedia di dekat gerbang.
- Patuhi batas kecepatan — ikuti rambu yang berlaku (umumnya 80 km/jam untuk Gol I di ruas lingkar) dan kurangi kecepatan saat hujan atau visibilitas terbatas.
- Waspada percabangan di kedua ujung — di ujung timur (Ulujami) arus bergabung dengan JORR 1 yang ramai, sementara di ujung barat (Serpong) arus bercabang ke Kunciran–Serpong dan Tangerang Selatan; kenali rute Anda sebelum masuk tol.
- Pantau kondisi lalu lintas — cek informasi real-time melalui aplikasi Travoy Jasa Marga atau peta digital, terutama menjelang akhir pekan dan musim liburan ketika volume kendaraan menuju BSD dan Parigi meningkat drastis.
FAQ Seputar Tol Ulujami-Serpong
Berapa tarif tol Ulujami–Serpong saat ini?
Tarif terverifikasi: Pondok Aren–Ulujami Gol I Rp17.000 dan Gol II–III Rp25.000; Pondok Aren–Serpong Gol I Rp9.500 dan Gol II–III Rp14.000. Untuk lintas penuh Ulujami–Serpong, estimasi Gol I Rp26.500. Cek kombinasi gerbang lain di kalkulator tarif tol.
Apakah ruas Ulujami–Serpong sama dengan Tol Jakarta–Serpong?
Ya. Tol Ulujami–Serpong dikenal juga dengan nama Tol Jakarta–Serpong (Jakser) atau Tol UluSerp. Nama yang berbeda merujuk pada ruas yang sama, yaitu penghubung Simpang Susun Ulujami di JORR 1 dengan Simpang Susun Serpong di JORR 2.
Mengapa ruas ini disebut bagian dari JORR 2?
Karena posisinya menghubungkan JORR 1 (di Ulujami) dengan JORR 2 (di Simpang Susun Serpong). Sejak 2019, pengguna JORR 2 dari arah Kunciran–Serpong maupun Serpong–Cinere bertemu di SS Serpong, sehingga ruas ini menjadi pendekat barat yang tidak terpisahkan dari jaringan JORR 2.
Apakah tarifnya naik di tahun 2026?
Hingga artikel ini terbit (Agustus 2026), tarif yang berlaku masih mengacu pada penyesuaian terakhir per Kepmen PUPR Nomor 2149/KPTS/M/2024 yang efektif sejak 15 September 2024. Penyesuaian sebelumnya sempat diberitakan pada awal Desember 2023 untuk ruas JORR dan Pondok Aren–Ulujami. Jika ada penyesuaian baru, kami akan memperbarui artikel ini.
Apa bedanya Tol Ulujami–Serpong dengan Tol Kunciran–Serpong?
Tol Ulujami–Serpong menghubungkan JORR 1 di Ulujami dengan SS Serpong (dikelola Jasa Marga dan Nusantara Infrastructure). Tol Kunciran–Serpong adalah ruas JORR 2 yang menghubungkan Kunciran di Kota Tangerang dengan SS Serpong, diresmikan 6 Desember 2019 dan dikelola PT Marga Trans Nusantara. Keduanya bertemu di Simpang Susun Serpong.
Bagaimana cara menuju Bandara Soekarno–Hatta lewat ruas ini?
Masuk di Ulujami dari JORR 1 atau tol dalam kota, lanjut ke arah Serpong, lalu di SS Serpong belok ke Tol Kunciran–Serpong menuju arah utara dan terhubung ke ruas Cengkareng–Batuceper–Kunciran menuju kawasan bandara. Rute ini menjadi alternatif menghindari kepadatan Tol Jakarta–Tangerang.
Kesimpulan
Tol Ulujami–Serpong adalah ruas pendek yang memegang peran besar dalam mobilitas Jakarta Selatan–Tangerang Selatan dan integrasi jaringan JORR 1 dengan JORR 2. Dari sejarahnya yang dibangun bertahap sejak 1999 hingga menjadi simpul pertemuan dua lingkar pada 2019, ruas ini membuktikan bahwa panjang tol tidak selalu sebanding dengan dampaknya bagi kawasan sekitarnya. Dengan tarif terverifikasi Pondok Aren–Ulujami Rp17.000 dan Pondok Aren–Serpong Rp9.500 untuk Gol I, perjalanan di ruas ini tergolong efisien dibandingkan waktu yang terbuang di arteri.
Sebelum berangkat, selalu pastikan tarif terkini, saldo e-toll cukup, dan pahami tujuan melalui jalur integrasi yang tepat. Jangan lupa membandingkan biaya dengan kalkulator tarif tol di cektol.id, serta membaca artikel terkait lainnya: Tarif Tol Kunciran–Serpong 2026, Tarif Tol Serpong–Cinere 2026, Tol Dalam Kota Jakarta: Ruas, Gerbang, dan Tarif 2026, Tarif Tol Jakarta–Tangerang 2026, dan Tol Serpong–Balaraja: Akses Baru 2026 untuk melengkapi wawasan Anda tentang jaringan tol di sekitar Jakarta.
Sponsored
đź“° Baca Juga
Tarif Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapalbetung) 2026
Panduan tarif koridor Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapalbetung) 2026: gerbang tol, tarif per golongan, total perjalanan, rest area khas Sumsel, tips aman.
tarif-tolPerbandingan Rute Tol ke 4 Bandara Besar di Indonesia
Bandingkan rute tol ke Bandara Soekarno-Hatta, Kertajati, Kualanamu, dan Juanda: jarak tempuh, waktu tempuh, tarif Gol I, ruas tol, tips, dan tabel ringkasan.
tarif-tolTarif Tol Surabaya–Mojokerto: Gerbang & Tarif Gol I-V
Tarif tol Surabaya-Mojokerto: gerbang Warugunung, Driyorejo, Krian, Wringinanom, Mojokerto. Rincian tarif Gol I-V, poros Trans Jawa, tips aman.