Studi Kelayakan Tol Malang-Kepanjen Selesai Akhir 2026
Sponsored
Studi Kelayakan Tol Malang-Kepanjen Selesai Akhir 2026
Kabar terbaru datang dari rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen di Jawa Timur. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyatakan bahwa proses review feasibility study (FS) atau studi kelayakan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2026. Apabila hasil kajian memenuhi standar kelayakan jalan tol, maka pembebasan lahan diproyeksikan mulai bergulir pada tahun 2027. Informasi ini disampaikan saat ditemui di Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (24/8/2026), dan menjadi kabar yang dinantikan masyarakat serta pelaku usaha di kawasan Malang Raya. Bagi Anda yang ingin memperkirakan biaya perjalanan di ruas tol sekitar Malang saat ini, Anda bisa langsung menggunakan cek tarif tol di situs kami.
Update Terkini: Review Studi Kelayakan Sedang Berproses
Perkembangan proyek jalan tol Malang-Kepanjen berjalan melalui tahapan yang terukur dan tidak terburu-buru. Menurut Oong, sapaan akrab Khairul Isnaidi Kusuma, kontrak untuk penyusunan basic design (desain dasar) serta kajian studi kelayakan telah dilakukan pada Mei 2026 lalu. Artinya, pekerjaan penyusunan dokumen teknis dan kajian ekonomi tengah berlangsung hingga saat ini.
“Jika hasil kajian studi kelayakan telah selesai di akhir 2026 dan memenuhi standar kelayakan untuk jalan tol, maka mulai pembebasan lahan insya Allah di tahun 2027,” ungkap Oong. Hasil kajian studi kelayakan menjadi penentu utama realisasi proyek, termasuk menentukan trase jalan tol hingga jumlah titik exit tol yang nantinya dibangun.
Ia juga menegaskan bahwa pemilihan trase tidak hanya mempertimbangkan jalur terpendek. Dampak terhadap kawasan sekitar, konektivitas antar daerah, serta potensi pertumbuhan ekonomi menjadi bagian penting yang ikut diperhitungkan dalam kajian. Pendekatan ini diharapkan membuat jalan tol benar-benar memberi manfaat luas, bukan sekadar memangkas waktu tempuh.
Skema Rencana, Trase, dan Perkiraan Investasi
Hingga kini, belum ada angka final terkait panjang maupun konfigurasi jalur jalan tol Malang-Kepanjen. Berdasarkan trase pada kajian yang lama, panjang jalan tol diperkirakan mencapai sekitar 30 kilometer. Namun, angka tersebut masih bisa berubah karena perubahan dan evaluasi trase masih memungkinkan terjadi seiring proses penyusunan desain dasar dan studi kelayakan.
Demikian pula dengan kebutuhan investasi. Kajian sebelumnya memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp 10,04 triliun. Nilai tersebut masih berpotensi mengalami penyesuaian setelah desain dan trase terbaru ditetapkan. Karena itu, tidak mengherankan jika proyek ini sempat dikaji ulang mengingat biayanya yang besar.
Terkait interchange, kajian sebelumnya memuat empat titik exit tol. Dalam perkembangan kajian terbaru, terdapat kemungkinan penyederhanaan menjadi dua titik exit tol agar lebih efektif dan efisien. Meski begitu, lokasi pasti maupun jumlah akhir titik exit masih menunggu hasil studi kelayakan. Yang jelas, pemerintah daerah mengusulkan agar kawasan Pantai Utara (Pantura) hingga Pantai Selatan (Pansela) dapat terhubung melalui jalan tol serta akses jalan nasional Gondanglegi–Balekambang.
Rencana Pembebasan Lahan dan Perkiraan Jadwal Pembangunan
Apabila kajian studi kelayakan berjalan sesuai target, tahapan proyek akan bergerak menuju proses pembebasan lahan yang ditargetkan dimulai pada 2027. Tahapan ini merupakan salah satu titik krusial karena membutuhkan kesiapan teknis, administrasi, sekaligus koordinasi yang baik dengan masyarakat maupun pemerintah daerah di wilayah terdampak.
Setelah lahan siap, proses konstruksi jalan tol diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga tahun, di luar proses pembebasan lahan. Dengan demikian, jika segala sesuatunya berjalan lancar, proyek berpotensi memberikan manfaat operasional di rentang waktu beberapa tahun setelahnya. Kepastian kelanjutan proyek tetap sangat bergantung pada hasil kajian studi kelayakan yang sedang berproses hingga akhir 2026.
Bagi Anda yang ingin membandingkan progres pembangunan jalan tol lain di Indonesia, simak juga pembahasan kami tentang progres pembangunan tol baru 2026 dan target beroperasi untuk melihat proyek-proyek mana saja yang sedang berjalan di tahun ini.
Manfaat Konektivitas Pantura–Pansela dan JLS
Keberadaan jalan tol Malang-Kepanjen diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara jaringan jalan tol dan Jalur Lingkar Selatan (JLS). Hal ini akan memperbaiki akses dari kawasan utara menuju Malang Selatan. Dampaknya tidak hanya terkait mobilitas kendaraan, melainkan juga distribusi barang dan jasa serta pengembangan potensi ekonomi di wilayah selatan.
Ketika Pantura dan Pansela telah terhubung melalui jalan tol dan akses jalan nasional, diharapkan lalu-lintas harian rata-rata (LHR) menuju Pansela meningkat. Rantai pasok pun menjadi lebih cepat dan perekonomian masyarakat terdorong. Lebih dari itu, investasi pemerintah yang telah digelontorkan untuk pengembangan Pansela akan semakin optimal dan maksimal ketika jalan tol Malang-Kepanjen terealisasi.
Rencana ini sejalan dengan membaiknya konektivitas di Pulau Jawa secara keseluruhan. Untuk memahami bagaimana kebijakan tarif diberlakukan pada ruas-ruas yang baru beroperasi, Anda dapat membaca ulasan kami tentang kebijakan tarif tol terbaru 2026 serta panduan biaya untuk koridor Surabaya–Malang.
Kesimpulan
Proyek jalan tol Malang-Kepanjen memasuki babak baru dengan proses review studi kelayakan yang ditargetkan selesai pada akhir 2026. Apabila hasil kajian dinilai layak, pembebasan lahan diproyeksikan dimulai pada 2027, disusul konstruksi yang diperkirakan berlangsung dua hingga tiga tahun. Dengan perkiraan panjang sekitar 30 kilometer dan investasi yang bisa mencapai Rp 10 triliun, proyek ini masih menunggu kepastian trase, jumlah titik exit, dan nilai investasi final dari hasil kajian yang sedang berproses.
Jika terealisasi, jalan tol ini akan memperkuat konektivitas antara Pantura dan Pansela, meningkatkan akses ke kawasan Malang Selatan melalui JLS, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan rantai pasok di Jawa Timur. Pantau terus informasi terbaru seputar perkembangan jalan tol hanya di cektol.id. Jangan lupa gunakan fitur kalkulator tarif tol untuk memperkirakan biaya perjalanan Anda dan menyusun rute yang paling efisien setiap kali akan melintasi jalan tol.
Informasi Terkait
- Tarif Tol Surabaya–Malang 2026
- Progres Pembangunan Tol Baru 2026, Target Beroperasi
- Kebijakan Tarif Tol Terbaru 2026
Sumber
- Malang Times / JatimTIMES — “Studi Kelayakan Jalan Tol Malang-Kepanjen Ditarget Selesai Akhir 2026, Pembebasan Lahan Diproyeksikan Mulai 2027” — 25 Agustus 2026 — https://www.malangtimes.com/baca/3331349240/20260825/
- Tribun / Surya Malang — “Telan Biaya Tinggi Hingga Rp 10 T, Pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen Dikaji Ulang”
- Jawa Pos — “Proyek Tol Malang-Kepanjen Dikaji Ulang Pemkab Malang, Akan Terealisasikan di 2027?”
Sponsored
đź“° Baca Juga
Jasa Marga Integrasikan Tiga Pilar Layanan Jalan Tol 2026
Danantara meninjau integrasi tiga pilar layanan Jasa Marga: preservasi jalan tol, rest area, dan layanan digital Travoy demi customer experience pengguna.
berita-update7 Titik Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki Hingga 4 September
JTT melakukan rekonstruksi perkerasan di tujuh titik Tol Jakarta-Cikampek mulai 29 Agustus hingga 4 September 2026. Simak lokasi, jadwal kerja, dan dampaknya.
berita-updateExit Tol Jembatan Tiga Pluit Ditutup Mulai 4 September 2026
Exit Tol Jembatan Tiga arah Pluit ditutup mulai 4 September 2026 hingga 31 Juli 2027 imbas pembangunan HBR II. Simak jadwal, penyebab, dan jalur alternatifnya.