Cek Tarif Tol

Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda: Target Operasi 2028

cektol.id admin cektol.id admin | Dipublikasikan pada 21 Agustus 2026
Berita & Update
Cover image for Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda: Target Operasi 2028

Sponsored

Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda: Ditargetkan Beroperasi 2028

Kabar segar datang dari koridor Tol Depok–Antasari (Desari). Diberitakan Kompas.com pada 6 Agustus 2026 dan Tribunnews pada 5 Agustus 2026, rencana pembangunan Jalan Tol Sawangan–Bojonggede–Salabenda resmi disampaikan pengusaha jalan tol Jusuf Hamka usai bertemu Bupati Bogor di Cibinong, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026). Ruas baru ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan akan tersambung dengan Tol Depok–Antasari (Desari) sekaligus Bogor Outer Ring Road (BORR). Hampir bersamaan, pemerintah daerah di Depok juga mempercepat pembebasan lahan untuk Exit Tol Cipayung yang ditargetkan rampung lebih awal pada 2027.

Artikel ini merangkum progres terkini, peta konektivitas, hingga mekanisme pembangunan dan pembiayaan ruas tol strategis koridor Bogor tersebut. Sebelum berangkat, gunakan kalkulator tarif tol cektol.id untuk menghitung estimasi biaya perjalanan dan konfirmasikan tarif aktual kepada operator.

Apa Itu Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda?

Tol Sawangan–Bojonggede–Salabenda adalah ruas jalan tol baru di wilayah selatan Jabodetabek yang dirancang sebagai perpanjangan jaringan Tol Depok–Antasari (Desari). Gagasan awal pembangunan ruas ini disampaikan langsung oleh Jusuf Hamka, pengusaha jalan tol yang dikenal dengan karya-karya ruas di kawasan Jabodetabek dan Trans Jawa.

Berdasarkan keterangan yang dilaporkan Kompas.com dan Tribunnews, ruas ini menghubungkan tiga titik utama: Sawangan (Kota Depok), Bojonggede (Kabupaten Bogor), hingga Salabenda (Kabupaten Bogor). Jusuf Hamka menyampaikan bahwa setelah ruas Salabenda selesai, jaringan masih akan diteruskan agar tersambung dengan BORR dan direncanakan berlanjut hingga wilayah Caringin.

Dengan kata lain, tol ini bukan sekadar ruas berdiri sendiri, melainkan bagian dari jaringan punggung kedua (ring road) Jabodetabek yang menyambungkan sisi barat-bogor hingga ke koridor selatan. Keberadaannya diproyeksikan menjadi pengungkit konektivitas dan daya tarik investasi di Kabupaten Bogor, sekaligus membantu mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini memusat di kota Bogor dan jalur arteri menuju sentra bisnis Jakarta.

Posisi Strategis dalam Jaringan JORR Bogor

Untuk memahami dampaknya, perlu dilihat posisi ruas ini dalam jaringan tol Jabodetabek. Tol Sawangan–Bojonggede–Salabenda berada di dalam perimeter yang sama dengan sejumlah ruas lingkar luar (JORR-2) yang tengah dikembangkan di Bogor dan sekitarnya. Ruas ini akan menghubungkan langsung dengan Tol Depok–Antasari (Desari) di sisi utara dan BORR di sisi selatan.

Konektivitas semacam ini penting karena menciptakan alternatif lintasan di selatan Jakarta. Saat ini, sebagian besar kendaraan dari Bogor menuju barat atau timur masih bergantung pada ruas-ruas yang padat. Dengan hadirnya perpanjangan Desari hingga Salabenda, pengendara dari Depok dan Bogor akan punya opsi jalur lingkar yang lebih pendek menuju Tangerang (melalui BORR), sekaligus membuka kawasan baru untuk permukiman, industri, dan pariwisata di Bogor selatan.

Bagi pengguna jalan, memahami posisi ruas ini dalam peta besar Jabodetabek membantu merencanakan rute yang lebih efisien. Gunakan fitur cek tarif tol untuk membandingkan biaya perjalanan melalui ruas eksisting versus jalur alternatif koridor Bogor sebelum ruas baru ini beroperasi penuh.

Progres dan Mekanisme Pembangunan

Meski secara keseluruhan ruas Sawangan–Bojonggede–Salabenda baru memasuki tahap persiapan dan pembebasan lahan, terdapat sinyal progres yang jelas pada segmen pertama. Diberitakan Kompas.com pada 6 Agustus 2026, pembangunan Exit Tol Cipayung — yang menjadi bagian dari ruas Sawangan–Bojonggede — ditargetkan rampung pada 2027. Exit tol berbentuk akses keluar-masuk (on/off ramp) di kawasan Cipayung, Kota Depok, dengan panjang pembangunan sekitar 4 kilometer.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan berkomitmen mempercepat proses pembebasan lahan agar pembangunan fisik dapat berjalan sesuai target. Wali Kota Depok Supian Suri menyebut, karena target dari pengelola tol adalah selesainya pembangunan empat kilometer tersebut pada 2027, maka percepatan dan komitmen pembebasan lahan di tingkat daerah menjadi kunci.

Sementara itu, koordinasi pembangunan ruas menuju Salabenda ditegaskan akan berlanjut dalam rapat terkoordinasi yang dijadwalkan pada pekan setelah pertemuan di Cibinong (5 Agustus 2026). Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kantor Pertanahan (BPN) setempat, dinilai menjadi faktor kunci untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Tahapan yang Umum Dilalui Ruas Tol Baru

Pembangunan ruas tol baru umumnya melalui beberapa tahapan sebelum beroperasi komersial:

  1. Penetapan lokasi dan pembebasan lahan — proses yang paling menentukan kecepatan keseluruhan proyek.
  2. Konstruksi fisik ruas dan sarana pendukung (gerbang, simpang susun, rambu).
  3. Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi — verifikasi teknis dan keselamatan.
  4. Penetapan tarif oleh regulator sebelum mulai beroperasi komersial.

Dalam kasus ini, fokus saat ini adalah tahapan awal: koordinasi pemerintah daerah dan percepatan pembebasan lahan, dengan Exit Tol Cipayung sebagai target pembangunan pertama yang lebih konkret (2027).

Dukungan Pemerintah Daerah dan Pembiayaan

Salah satu aspek menarik dari proyek ini adalah keterlibatan pihak swasta melalui skema Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Rencana pembangunan disampaikan langsung oleh Jusuf Hamka sebagai pengusaha jalan tol, menandakan pendanaan akan ditopang pihak swasta — sebuah pola yang konsisten dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur tol.

Di sisi regulator, pembangunan ruas tol tetap berada dalam kerangka pengelolaan Kementerian Pekerjaan Umum lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), termasuk penetapan tarif setelah konstruksi rampung. Pemerintah daerah — dalam hal ini Pemkab Bogor dan Pemkot Depok — berperan memfasilitasi aspek administratif dan percepatan pembebasan lahan yang menjadi kewenangan daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan Tol Depok–Antasari. Ia menyatakan Pemkab Bogor berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah, baik dari aspek administratif maupun dukungan lapangan, agar tahapan pembangunan berjalan lebih cepat dan lancar. Menurutnya, kehadiran tol tersebut akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan mampu menarik lebih banyak investasi ke Kabupaten Bogor.

Tabel Ringkasan Ruas dan Target

Berikut ringkasan ruas-ruas terkait dalam pengembangan jaringan tol koridor Sawangan–Bojonggede–Salabenda beserta progres dan targetnya. Data bersifat dinamis dan dapat diperbarui seiring perkembangan resmi.

Ruas / AksesSegmenProgres TerkiniTarget
Tol Sawangan–Bojonggede–SalabendaSawangan (Depok) – Bojonggede – Salabenda (Bogor)Persiapan pembangunan, koordinasi Pemkab/Pemkot; pengumuman 5 Agustus 2026Mulai beroperasi 2028
Exit Tol CipayungOn/off ramp di kawasan Cipayung, Kota Depok (±4 km)Pembebasan lahan dipercepat, pemda koordinasi dengan pengelolaRampung 2027
Sambungan BORR–SalabendaSalabenda menuju Bogor Outer Ring RoadRencana penyambungan; direncanakan lanjut ke CaringinSetelah ruas utama rampung
Tol Depok–Antasari (Desari)Jakarta Selatan – Sawangan (Depok)Sudah beroperasiTol eksisting, titik sambung awal

Catatan: persentase progres rinci belum diumumkan secara terbuka untuk seluruh segmen mengingat proyek masih pada tahap awal. Target 2028 dan 2027 bersumber dari pernyataan pengelola dan pejabat daerah per awal Agustus 2026.

Pernyataan Pejabat dan Operator

Beberapa pihak telah menyampaikan keterangan ihwal proyek ini:

  • Jusuf Hamka (pengusaha jalan tol/pengembang ruas) menyampaikan rencana membangun tol dari Sawangan ke Bojonggede dan dari Bojonggede ke Salabenda, yang tidak hanya terhubung dengan Tol Desari tetapi juga akan tersambung ke BORR; jaringan bahkan direncanakan berlanjut hingga Caringin. Ia menilai koordinasi dengan Pemkab Bogor menjadi kunci percepatan realisasi proyek.
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan dukungan penuh Pemkab Bogor terhadap percepatan pembangunan, dengan komitmen membantu seluruh proses administratif dan dukungan lapangan, serta menilai tol ini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan daya tarik investasi Kabupaten Bogor.
  • Wali Kota Depok Supian Suri menyatakan Pemkot Depok berkomitmen mempercepat pembebasan lahan untuk Exit Tol Cipayung, karena target pengelola adalah selesainya pembangunan empat kilometer ruas tersebut pada 2027; ia juga menyebut Pemkot terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyelaraskan pembangunan lanjutan Tol Desari.

FAQ Seputar Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda

1. Kapan Tol Sawangan–Bojonggede–Salabenda beroperasi? Berdasarkan pernyataan pengelola dan dukungan Pemkab Bogor per 5–6 Agustus 2026, ruas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

2. Di mana saja rute tol ini? Ruas menghubungkan Sawangan (Kota Depok), Bojonggede, hingga Salabenda di Kabupaten Bogor, lalu direncanakan tersambung dengan Bogor Outer Ring Road (BORR) dan berlanjut ke arah Caringin.

3. Apa hubungannya dengan Tol Depok–Antasari (Desari)? Ruas ini merupakan perpanjangan jaringan Tol Desari. Setelah saling terhubung, pengendara dari Jakarta Selatan/Depok dapat melanjutkan perjalanan menuju Bogor selatan tanpa keluar dari jaringan tol.

4. Kapan Exit Tol Cipayung selesai dibangun? Kompas.com melaporkan Exit Tol Cipayung (akses keluar-masuk di kawasan Cipayung, sekitar 4 km) ditargetkan rampung pada 2027, disertai percepatan pembebasan lahan oleh Pemkot Depok.

5. Siapa yang membiayai pembangunan tol ini? Rencana pembangunan disampaikan pengusaha jalan tol Jusuf Hamka, menandakan pendanaan ditopang pihak swasta melalui skema Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sedangkan penetapan tarif tetap diatur regulator (BPJT) setelah konstruksi rampung.

6. Apa keuntungan tol ini bagi pengguna jalan? Ruas ini akan menambah opsi jalur lingkar di selatan Jabodetabek, memperpendek perjalanan menuju BORR, mengurai kepadatan di arteri Bogor, dan membuka kawasan baru untuk pertumbuhan ekonomi serta investasi.

Kesimpulan

Tol Sawangan–Bojonggede–Salabenda menjadi salah satu proyek strategis baru yang memanfaatkan momentum penyempurnaan jaringan ring road Jabodetabek. Diumumkan pada awal Agustus 2026 oleh Jusuf Hamka dengan dukungan penuh Pemkab Bogor, ruas ini ditargetkan beroperasi pada 2028, sementara Exit Tol Cipayung pada segmen pertama ditargetkan rampung lebih awal pada 2027. Meski masih berada pada tahap persiapan dan pembebasan lahan, sinyal percepatan dari tingkat daerah — termasuk komitmen Pemkot Depok — menunjukkan proyek ini bergerak serius.

Bagi pengguna jalan, perkembangan ini patut dicermati sebagai tambahan rute alternatif koridor selatan Jakarta di masa depan. Untuk perjalanan Anda hari ini, selalu hitung estimasi biaya dengan kalkulator tarif tol cektol.id dan pastikan saldo e-toll mencukupi sebelum berkendara.

Informasi Terkait

Sumber

  • Kompas.com, “Exit Tol Cipayung Depok di Ruas Tol Sawangan-Bojonggede Ditargetkan Rampung 2027”, 6 Agustus 2026 (diparafrasakan).
  • Kompas.com, “Tol Sawangan-Bojonggede Dilanjutkan, Exit Tol Cipayung Depok Akan Dibangun”, 6 Agustus 2026 (diparafrasakan).
  • Tribunnews, “Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Beroperasi Tahun 2028, Pemkab Bogor Dukung Penuh”, 5 Agustus 2026 (diperbarui 7 Agustus 2026) (diparafrasakan).
  • Berita Satu, “Jusuf Hamka Akan Bangun Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda”, 5 Agustus 2026 (headline).
  • Liputan6, “Jalan Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Beroperasi 2028, Bakal Tersambung ke BORR”, 6 Agustus 2026 (headline).
Reading time: 9 min

Sponsored

đź“° Baca Juga